Halonusantara.id, Samarinda – Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Kota Samarinda yang telah menembus angka satu juta unit dinilai menjadi sinyal bagi Pemerintah Kota (Pemkot) untuk mempercepat penyediaan transportasi massal.
DPRD Kota Samarinda menilai penambahan kendaraan pribadi harus diimbangi dengan pilihan transportasi publik yang memadai. Tanpa langkah tersebut, beban jalan perkotaan dikhawatirkan semakin berat dalam beberapa tahun mendatang.
Berdasarkan data Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri per 12 Juli 2026, kendaraan yang terdaftar di Samarinda mencapai 1.011.531 unit. Jumlah tersebut terdiri dari 904.150 sepeda motor dan 107.381 mobil pribadi.
Angka itu bahkan lebih tinggi dibandingkan jumlah penduduk Samarinda. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 mencatat populasi Kota Tepian berada di kisaran 893.385 jiwa.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan penambahan kapasitas jalan untuk mengatasi pertumbuhan kendaraan. Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan membuat pelebaran jalan semakin sulit dilakukan.
“Kalau semua kendaraan itu digunakan secara bersamaan, tentu akan menimbulkan persoalan besar, mulai dari kemacetan hingga keterbatasan lahan parkir. Karena itu kami berharap transportasi massal bisa mulai direalisasikan pada 2027,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Menurut Deni, transportasi publik yang nyaman dan mudah diakses dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada kendaraan pribadi. Dengan semakin banyak warga beralih menggunakan angkutan umum, tekanan terhadap ruas jalan diharapkan dapat dikurangi.
Karena itu, ia meminta rencana pengembangan transportasi massal tidak hanya berhenti pada pembahasan, tetapi segera diterjemahkan ke dalam program serta penganggaran daerah.
“Kami ingin masyarakat memiliki alternatif transportasi yang nyaman sehingga ketergantungan terhadap kendaraan pribadi bisa dikurangi,” katanya.
Deni menilai pembangunan sistem transportasi massal juga perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang. Pertumbuhan kendaraan yang tidak diikuti pembenahan sistem mobilitas berpotensi memperbesar persoalan kemacetan dan kebutuhan ruang parkir di Samarinda.
Ia berharap Pemkot mulai membangun sistem transportasi publik yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas warga. Dengan demikian, pertumbuhan kendaraan dapat ditekan dan masyarakat memiliki pilihan perjalanan yang lebih efisien.
“Dengan kondisi ruang jalan yang semakin terbatas, pemerintah harus mulai menghadirkan transportasi massal sebagai solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas warga,” tutupnya. (Eby/Adv)

