Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Agusriansyah Desak PPDB Kaltim Gunakan Pendekatan Kearifan Lokal
    Advertorial

    Agusriansyah Desak PPDB Kaltim Gunakan Pendekatan Kearifan Lokal

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraJuni 11, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Anggota Komisi IV, Agusriansyah Ridwan. (Ist)

    Halonusantara.id, Samarinda – Permasalahan dalam pelaksanaan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kalimantan Timur kembali mencuat dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi IV DPRD Kaltim dan Dinas Pendidikan Kaltim. Salah satu sorotan datang dari anggota Komisi IV, Agusriansyah Ridwan, yang menekankan pentingnya pendekatan berbasis kearifan lokal dalam proses penerimaan siswa baru.

    Dalam RDP tersebut, Agusriansyah mendorong agar daerah memiliki ruang lebih luas dalam menentukan mekanisme pendidikan yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan wilayah masing-masing. Menurutnya, penerapan sistem zonasi yang menjadi acuan nasional sering kali tidak kompatibel dengan kondisi nyata di daerah seperti Kalimantan Timur, yang memiliki tantangan geografis, demografis, serta infrastruktur pendidikan yang berbeda.

    “Kita butuh pendekatan otonomi yang lebih kuat. Kondisi kita tidak bisa disamakan dengan Jakarta atau kota-kota besar lainnya,” ujarnya.

    Politisi PKS itu menilai bahwa masalah PPDB di Kaltim kerap berulang setiap tahunnya. Ia menyoroti persoalan keterbatasan fasilitas pendidikan dan ketimpangan akses sebagai dua faktor utama yang menghambat pemerataan kesempatan belajar.

    Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak seharusnya hanya bertindak sebagai pelaksana kebijakan pusat, melainkan juga harus mampu menyusun solusi yang lebih kontekstual dengan situasi lokal.

    “Kalau memang regulasi pusat terlalu kaku, maka daerah harus punya kebijakan sendiri yang lebih relevan dan berkeadilan,” katanya.

    Agusriansyah bahkan menyarankan agar Pemerintah Provinsi Kaltim segera mempertimbangkan lahirnya regulasi daerah, baik dalam bentuk Peraturan Gubernur (Pergub) maupun Peraturan Daerah (Perda), yang mengatur secara lebih spesifik tata cara PPDB di wilayah tersebut.

    Ia juga menyoroti kelemahan penyajian data oleh Dinas Pendidikan, yang dinilai belum mampu menyediakan informasi lengkap mengenai sebaran dan kebutuhan peserta didik. Ketidaklengkapan data ini, menurutnya, menyulitkan pengambilan keputusan yang berbasis fakta.

    “Kalau datanya tidak lengkap, bagaimana kita bisa membuat keputusan yang tepat?” tegasnya.

    Tidak hanya itu, ia juga menyoroti bahwa akses pendidikan tidak bisa diukur hanya dari jarak ke sekolah, tetapi juga harus mempertimbangkan kelengkapan fasilitas yang tersedia di tiap sekolah. Sekolah yang lebih jauh bisa jadi pilihan lebih baik jika dilengkapi dengan sarana dan prasarana memadai.

    “Daerah harus diberikan ruang untuk menyesuaikan sistemnya. Kita tidak anti terhadap regulasi nasional, tapi jangan sampai kita kehilangan kemampuan untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan,” pungkasnya. (Eby/Adv)

    DPRD Kaltim Halonusantara.id
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Kunjungi Outlet Susu Kambing Etawa, Putri berharap Kadin Kaltim jadi pelopor usaha sektor Peternakan

    Maret 30, 2026

    Street Run Ramadhan 2026 Hidupkan Malam Anggana, KNPI Kecamatan Anggana Gerakkan Semangat Ratusan Pemuda

    Maret 9, 2026

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,904 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,495 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,133 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,019 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.