Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Agusriansyah: Pendidikan di Pedalaman Bukan Sekadar Gedung, Tapi Soal Akses
    Advertorial

    Agusriansyah: Pendidikan di Pedalaman Bukan Sekadar Gedung, Tapi Soal Akses

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraJuli 8, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan. (Ist)

    Halonusantara.id, Samarinda — Masih timpangnya akses pendidikan antara kota dan daerah pelosok di Kalimantan Timur kembali mencuat. Ketimpangan ini tak hanya soal ketersediaan fasilitas belajar, tetapi juga terkait infrastruktur dasar seperti jalan dan transportasi.

    Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menyoroti realita di lapangan, di mana banyak sekolah telah dibangun di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), namun akses menuju ke sana sangat memprihatinkan.

    “Sekolahnya ada, tapi jalannya tidak ada. Ini membuat orang tua enggan menyekolahkan anaknya jauh-jauh, karena risiko dan biaya terlalu tinggi,” kata Agusriansyah.

    Ia mengkritik pendekatan pembangunan pendidikan yang tidak terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat setempat. Pembangunan gedung sekolah yang tidak dibarengi dengan sarana penunjang seperti jalan, transportasi, dan layanan dasar siswa dinilainya hanya akan menyulitkan akses belajar bagi anak-anak pedalaman.

    Agusriansyah mengusulkan konsep pendidikan berbasis kawasan terpadu yang mencakup penyediaan asrama, dapur umum, serta layanan gizi anak. Hal ini dinilai lebih relevan untuk daerah-daerah dengan akses sulit.

    “Kita tidak bisa lagi membangun sekolah sebagai proyek fisik semata. Anak-anak di desa butuh akses yang manusiawi untuk bisa belajar,” tegasnya.

    Ia juga menyoroti ketimpangan fasilitas antara sekolah di perkotaan dan di desa. Jika sekolah kota telah dilengkapi laboratorium dan jaringan internet, di pedalaman justru masih banyak ruang belajar yang serba terbatas.

    “Kalau di kota lengkap dengan laboratorium dan wifi, mengapa di desa hanya dapat papan tulis dan bangku kayu reyot? Di sinilah fungsi keadilan pembangunan diuji,” ungkapnya.

    Agusriansyah mendesak agar pembangunan sekolah disusun dalam satu paket kebijakan utuh, mulai dari infrastruktur fisik hingga layanan pendukung siswa. Ia menyebut hal itu sebagai bentuk keadilan sosial dan moral terhadap hak pendidikan bagi seluruh anak di Kalimantan Timur.

    “Pendidikan itu bukan hanya soal gedung, tapi juga soal jalan menuju ke sana. Kalau perlu, kita bangun juga asrama agar anak-anak tidak harus berjalan berkilo-kilometer setiap hari,” pungkasnya. (Eby/Adv)

    DPRD Kaltim Halonusantara.id
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Kunjungi Outlet Susu Kambing Etawa, Putri berharap Kadin Kaltim jadi pelopor usaha sektor Peternakan

    Maret 30, 2026

    Street Run Ramadhan 2026 Hidupkan Malam Anggana, KNPI Kecamatan Anggana Gerakkan Semangat Ratusan Pemuda

    Maret 9, 2026

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,904 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,495 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,133 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,019 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.