Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Ahmad Yani: Kalau BPJS Tak Cukup, Pemerintah Harus Tanggung Biaya Warga Sakit
    Advertorial

    Ahmad Yani: Kalau BPJS Tak Cukup, Pemerintah Harus Tanggung Biaya Warga Sakit

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraAgustus 6, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani. (Hf)

    Halonusantara.id, Kutai Kartanegara — Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menyuarakan pandangan tegas terkait tanggung jawab pemerintah dalam menjamin kesehatan masyarakat. Menurutnya, jika jaminan BPJS tidak mampu menanggung seluruh jenis penyakit yang diderita warga, maka pemerintah daerah wajib hadir menutup kekurangannya.

    Pernyataan ini disampaikan Yani saat berdialog dengan warga dalam kegiatan reses di Desa Purwajaya, Rabu (6/8/2025). Ia menerima keluhan bahwa beberapa penyakit tidak bisa dicover BPJS, sehingga pasien tetap dibebani biaya yang tidak sedikit.

    “Kalau BPJS tidak mampu menanggung seluruh kebutuhan masyarakat, pemerintah tidak boleh tinggal diam. Harus ada intervensi anggaran dari daerah,” tegasnya.

    Yani menggarisbawahi bahwa kesehatan bukan sekadar kebutuhan pribadi, melainkan hak dasar yang dijamin oleh negara. Ketika sistem jaminan pusat tidak menjangkau semua kasus, daerah harus mengambil peran melindungi warganya.

    Ia mencontohkan beberapa kasus di mana pasien diminta membayar sendiri obat atau tindakan medis tertentu karena tidak masuk dalam cakupan BPJS. Menurutnya, kondisi ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi.

    “Masalah cukup atau tidak cukup anggaran, itu urusan pemerintah. Jangan dibebankan ke masyarakat yang sedang sakit,” kata Yani.

    Sebagai Ketua DPRD, ia menyatakan siap mendorong alokasi anggaran khusus untuk membantu pembiayaan layanan kesehatan di luar cakupan BPJS. Hal ini bisa berupa subsidi daerah atau mekanisme jaminan tambahan melalui program lokal.

    Yani menekankan, keberpihakan kepada masyarakat yang rentan harus jadi prinsip utama dalam penyusunan kebijakan anggaran. Terlebih di sektor kesehatan, tidak boleh ada warga yang terabaikan karena kendala biaya.

    “Kalau kita bicara tentang Kukar yang sejahtera, maka rakyatnya harus sehat. Dan untuk itu, pemerintah wajib hadir sepenuhnya,” pungkasnya. (Hf/Adv)

    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Budianto Bulang Perkuat Nilai Kebangsaan Melalui Sosialisasi Perda Sampai ke Desa Terpencil

    Desember 17, 2025

    DPRD Kaltim Bentuk Pansus CSR, Dorong Perusahaan Beri Manfaat untuk Masyarakat

    Desember 17, 2025

    Sarkowi: Konsistensi Aparat dan Kesadaran Masyarakat Kunci Penegakan Hukum

    Desember 17, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,900 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,491 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,133 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,018 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.