Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Akbar Haka: Kasus Pencabulan Santri Bukan Sekadar Soal Lembaga, Ini Masalah Kemanusiaan
    Advertorial

    Akbar Haka: Kasus Pencabulan Santri Bukan Sekadar Soal Lembaga, Ini Masalah Kemanusiaan

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraAgustus 26, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Anggota Komisi IV DPRD Kukar Akbar Haka saat RDP. (Hf)

    Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Akbar Haka Saputra, menegaskan bahwa kasus pencabulan yang menimpa sejumlah santri di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Tenggarong Seberang tidak boleh dipandang semata-mata sebagai persoalan lembaga atau individu tertentu.

    Menurutnya, tragedi ini adalah persoalan kemanusiaan yang harus ditangani secara serius.

    “Kami menjenguk korban dan langsung berdiskusi, menyaksikan betapa tertekannya wajah mereka. Itu membuat kami meminta diadakannya RDP. Tahap pertama kemarin penuh haru. Saya sendiri gemetaran karena melihatnya dari sudut pandang sebagai orang tua,” ucap Akbar saat RDP bersama pihak terkait, Selasa (26/8/2025).

    Sebelumnya, Akbar bersama Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC-PPA) Kaltim, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin, Ketua Komisi IV Andi Faisal, serta anggota DPRD lainnya bertemu langsung dengan tujuh korban.

    Akbar mengaku sangat terpukul, terlebih ia membayangkan dari perspektif orang tua.

    “Saya punya anak yang sedang kuliah di luar Kalimantan. Saya membayangkan bagaimana perasaan orang tua yang menitipkan anaknya untuk belajar agama, tapi justru pulang membawa luka batin mendalam,” katanya.

    Ia menekankan bahwa dampak psikologis korban bisa berlangsung lama dan berbahaya jika tidak ada pendampingan.

    “Luka batin ini tidak terlihat, tapi bisa kumat puluhan tahun ke depan. Kalau tidak ada pendampingan, korban hari ini bisa saja menjadi pelaku di masa depan, menularkan penyimpangan seksual kepada orang lain,” jelasnya.

    Akbar menegaskan, DPRD Kukar tidak sedang mencari siapa yang salah atau benar. Proses hukum sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Namun, ia menekankan bahwa semua pihak harus peduli karena menyangkut masa depan generasi muda.

    “Kalaupun saya bukan anggota DPRD, bahkan hanya jadi vokalis band metal, saya tetap akan bicara soal ini. Karena ini masalah kemanusiaan yang harus kita luruskan,” tegasnya. (Hf/Adv)

    Dprd Kutai Kartanegara Halonusantara.id
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Kunjungi Outlet Susu Kambing Etawa, Putri berharap Kadin Kaltim jadi pelopor usaha sektor Peternakan

    Maret 30, 2026

    Street Run Ramadhan 2026 Hidupkan Malam Anggana, KNPI Kecamatan Anggana Gerakkan Semangat Ratusan Pemuda

    Maret 9, 2026

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,906 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,495 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,134 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,021 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.