Halonusatara.id, Samarinda – Dikabarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Samarinda bahwa pengerjaan proyek Terowongan telah 40% rampung, dengan target penyelesaian pada tahun 2024.
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Anhar menuturkan opininya, bahwasanya target penyelesaian terowongan itu tersisa kurang lebih 8 bulan saja, mengacu pada informasi yang disampaikan Ketua Tim Wali Kota Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda yang menegaskan rasa optimisnya bahwa terowongan tersebut bisa beroperasi pada Oktober 2024.
“Saya gak kaget ketika ada keterlambatan proyek dan itu hal yang lumrah dan wajar, apalagi mega proyek seperti itu, yang pasti karena banyak sentuhannya bukan hanya perbaikan jalan namun juga pembuatan terowongan,” ungkapnya, pada Senin (26/02/2024).
Ia meneruskan, perihal proses pembuangan tanah dari terowongan, tentu saja aksesnya harus menjadi sorotan, terutama persoalan lalu lintas yang cukup padat di sekitaran proyek, hal tersebut menjadi variabel keterlambatan proyek ini.
“Saya sudah memprediksi itu, tapi ditunjuknya atau yang mendapatkan proyek itu adalah salah satu perusahaan BUMN, saya pikir dia punya perencanaan yang matang, apalagi sekelas BUMN sehingga masalah-masalah itu pasti ada solusinya, dan keterlambatan itu bisa diminimalisir serta bisa diantisipasi, saya pikir begitu,” tuturnya.
Sambung Anhar, progres pengerjaan akan terlihat dan bagaimana hal tersebut sesuai dengan perencanaan, pasti akan selalu ada konsekuensi – konsekuensi juga, karena proyek yang bernama Multi Years Contract (MYC) haruslah selesai sebelum masa jabatan Walikota berakhir.
“Kalau nantinya di masa jabatan Walikota itu belum selesai berartikan nanti harus ada MOU baru lagi untuk persetujuan kembali pembangunan antara Pemerintah Kota Samarinda dengan DPRD Kota Samarinda, artinya harus dimulai lagi. Tetapi menurut aturan itu yang namanya tahun jamak harus selesai sebelum masa jabatan Walikota berakhir,” tutupnya(HN/Adv/MS)

