Halonusantara.id, Kutai Kartanegara — Sekitar 209 hektare (ha) lahan pertanian di Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang, yang sebelumnya terancam gagal panen akibat kekurangan air, akhirnya berhasil dipanen setelah mendapat bantuan pompa air.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Rifani, mengatakan bantuan tersebut disalurkan melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar.
Selain pompa air, petani juga mendapat dukungan bahan bakar minyak (BBM) untuk membantu proses pengairan lahan selama musim kemarau.
“Alhamdulillah, mereka bisa panen sekarang. Jadi, seperti itu polanya. Kalau ada laporan, kita upayakan penanganannya,” ujar Rifani di Tenggarong, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, penanganan lahan pertanian yang terdampak kekeringan diawali dengan pemeriksaan kondisi sumber air di lokasi. Langkah ini diperlukan untuk memastikan bantuan pompa dapat digunakan secara efektif.
Jika sumber air tersedia dan memungkinkan dimanfaatkan, Distanak akan mengupayakan bantuan pompa agar kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi.
“Yang kita verifikasi sumber airnya dulu. Kalau ada sumber airnya, kita support pompa. Yang agak repot itu kalau tidak ada sumber air,” katanya.
Menurut Rifani, ketersediaan sumber air menjadi faktor utama dalam menentukan bentuk bantuan yang dapat diberikan kepada petani. Karena itu, laporan dari lapangan perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan sebelum bantuan disalurkan.
Pola tersebut juga diterapkan untuk mengantisipasi dampak kekeringan di lokasi pertanian lainnya di Kukar. Distanak berupaya memberikan dukungan sesuai kondisi dan kebutuhan petani agar tanaman tetap bertahan selama musim kemarau.
Rifani berharap langkah penanganan tersebut dapat membantu menekan risiko gagal panen dan menjaga keberlangsungan produksi pertanian di Kukar.
“Pola penanganannya seperti itu, kita verifikasi dulu kebutuhan petani di lapangan. Kalau memang ada sumber air dan memungkinkan untuk dibantu, kita upayakan dukungan pompa agar tanaman tetap bisa bertahan dan petani tidak sampai gagal panen,” pungkasnya. (HB/ADV)

