Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Kesiapan pendidikan prasekolah menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mendukung program wajib belajar 13 tahun.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni membenahi sarana dan prasarana di sekitar 500 satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang tersebar di berbagai wilayah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, mengatakan ratusan satuan PAUD tersebut terdiri dari lembaga negeri maupun swasta.
Keberadaannya menjadi bagian penting dalam memperluas akses pendidikan bagi anak sebelum memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD).
“Di Kutai Kartanegara terdapat sekitar 500 satuan pendidikan PAUD, baik negeri maupun swasta, yang sudah tersebar di berbagai wilayah,” ungkap Heriansyah, Sabtu (7/11/2026).
Menurutnya, kesiapan lembaga PAUD tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan ruang belajar, tetapi juga kelengkapan fasilitas yang mendukung proses tumbuh kembang anak.
Disdikbud Kukar secara bertahap melakukan pembenahan, mulai dari kondisi gedung, mebelair, hingga penyediaan alat peraga edukatif. Fasilitas tersebut dinilai penting karena pembelajaran anak usia dini lebih banyak dilakukan melalui aktivitas bermain.
“Untuk anak-anak PAUD, alat peraga menjadi salah satu kebutuhan penting karena proses pembelajaran lebih banyak dilakukan melalui kegiatan bermain,” jelasnya.
Kebutuhan tersebut membuat penyediaan sarana PAUD perlu disesuaikan dengan karakteristik pembelajaran anak.
Meja dan kursi saja tidak cukup, karena anak juga membutuhkan alat bantu yang dapat menunjang kegiatan belajar secara interaktif.
Heriansyah berharap pembenahan fasilitas dapat meningkatkan kesiapan satuan PAUD dalam memberikan layanan pendidikan prasekolah.
Terlebih, pemerintah daerah tengah menggencarkan sosialisasi wajib belajar 13 tahun yang memasukkan satu tahun pendidikan prasekolah. (HB/ADV)

