Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Ketersediaan tenaga ahli laboratorium medik di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih menjadi pekerjaan yang perlu mendapat perhatian.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar pun mendorong adanya upaya regenerasi untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional tersebut.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kukar, Leni Astuti, mengatakan jumlah tenaga laboratorium medik di Kukar saat ini belum mencukupi kebutuhan pelayanan kesehatan.
“Untuk di Kukar sendiri memang tenaga laboratorium masih kurang,” ujarnya usai membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-VIII Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI) Kalimantan Timur di Ballroom Hotel Grand Fatma, Tenggarong, Sabtu (7/11/2026).
Menurut Leni, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mendorong program yang mampu menarik minat masyarakat untuk menempuh pendidikan di bidang teknologi laboratorium medik.
Ia berharap organisasi profesi seperti PATELKI dapat ikut merumuskan gagasan untuk memperkenalkan profesi tersebut kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Sebenarnya kita masih sangat kekurangan tenaga ahli laboratorium. Jadi nantinya PATELKI bisa merumuskan suatu program yang menjadi daya tarik bagi masyarakat yang memiliki anak-anak dan ingin menyekolahkan mereka untuk menjadi tenaga ahli laboratorium,” ungkapnya.
Leni menilai, keterlibatan organisasi profesi diperlukan untuk membuka peluang pengembangan sumber daya manusia sekaligus menyiapkan tenaga baru di bidang laboratorium medik.
Ia berharap Muswil ke-VIII PATELKI Kaltim dapat menghasilkan rumusan yang tidak berhenti pada pembahasan organisasi, tetapi juga memiliki tindak lanjut untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional di daerah.
“Mudah-mudahan nanti ada salah satu rumusan dari teman-teman ketika melaksanakan musyawarah wilayah. Ini menjadi suatu dorongan agar bisa menjadi batu loncatan untuk melahirkan tenaga-tenaga ahli laboratorium yang baru guna memenuhi kebutuhan di Kutai Kartanegara,” tandasnya. (HB/ADV)

