Halonusantara.id, Balikpapan – Produk perikanan Kalimantan Timur punya potensi besar menembus pasar global, tapi jalan menuju ke sana ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Komisi II DPRD Kaltim bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim membahas persoalan ini dalam sebuah Rapat Dengar Pendapat (RDP) di VIP Room Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan.
Rapat yang dipimpin Ketua Komisi II, Sabaruddin Panrecalle, itu dihadiri sejumlah nama penting, mulai dari Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, Wakil Ketua Komisi II, Sapto Setyo Pramono, hingga Sekretaris Komisi II, Nurhadi Saputra. Sejumlah anggota lain seperti Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, Sulasih, dan Sigit Wibowo juga tak mau ketinggalan. Bahkan, perwakilan Badan Mutu KKP Kalimantan Timur dan Badan Karantina Indonesia ikut duduk satu meja.
Masalah yang dihadapi sektor perikanan Kaltim ternyata bukan hanya soal produksi. Tantangan justru datang dari urusan ekspor, mulai dari mahalnya bea masuk di luar negeri, kurangnya pelatihan jaminan mutu, sampai sulitnya pelaku usaha mendapatkan nomor registrasi produk ekspor. Masalah lain yang jadi sorotan adalah dominasi eksportir besar yang membuat usaha lokal susah berkembang.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, dalam rapat tersebut menegaskan bahwa perbaikan kualitas produk adalah kunci jika ingin menembus pasar Amerika dan Eropa.
“Selain kualitas dan standarisasi, kita juga harus fokus untuk membudidayakan ikan lokal sebagai produk unggulan dari Kaltim. Ini sangat penting agar produk kita dapat lebih diterima di pasar global,” ujar Ananda.
Ia juga mendorong pelaku usaha perikanan agar tidak ragu tampil di pameran atau forum internasional agar produk Kaltim makin dikenal. Tidak hanya itu, Ananda mengingatkan bahwa menjaga kelestarian laut sama pentingnya dengan membangun bisnis.
“Tanpa upaya yang serius untuk melindungi ekosistem laut, sektor perikanan bisa terancam oleh kerusakan lingkungan yang akan berdampak langsung pada hasil tangkapan dan budidaya ikan di masa depan,” katanya.
Lewat pertemuan ini, DPRD Kaltim dan pemerintah daerah sepakat untuk mencari cara agar produk perikanan lokal bisa bersaing lebih baik di pasar dunia. Harapannya, nelayan dan pengusaha perikanan di Kaltim tak hanya jago kandang, tapi juga jadi pemain global.(Eby/Adv)

