Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim Gelar Rapat Paripurna ke-46, Pemprov Kaltim Tanggapi Pandangan Fraksi Soal APBD 2026
    Advertorial

    DPRD Kaltim Gelar Rapat Paripurna ke-46, Pemprov Kaltim Tanggapi Pandangan Fraksi Soal APBD 2026

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraNovember 28, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Rapat Paripurna ke-46 DPRD Kaltim. (Foto : Ngl)

    Halonusantara.id, Samarinda — DPRD Kalimantan Timur menggelar Rapat Paripurna ke-46 pada Minggu (30/11) di Gedung Utama DPRD Kaltim. Agenda utamanya ialah penyampaian tanggapan dan/atau jawaban Gubernur Kaltim atas pandangan umum fraksi terkait Nota Penjelasan Keuangan APBD Tahun Anggaran 2026.

    Wakil Ketua I DPRD Kaltim, Ekti Imanuel memimpin langsung rapat yang turut didampingi Wakil Ketua III Yenni Eviliana, Sekretaris DPRD Kaltim Norhayati Usman dan Sekdaprov Kaltim yang hadir mewakili Gubernur. Forum ini turut dihadiri unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, tenaga ahli, dan undangan lainnya.

    Ekti Imanuel menjelaskan bahwa setelah seluruh fraksi—Golkar, Gerindra, PDI Perjuangan, PKB, PAN-NasDem, PKS, dan Demokrat-PPP—menyampaikan pandangan umum pada paripurna sebelumnya, agenda selanjutnya adalah mendengarkan tanggapan resmi dari Pemerintah Provinsi Kaltim.

    “Selanjutnya, sesuai tata tertib DPRD Kaltim, pembahasan Raperda APBD 2026 akan dilakukan secara cermat dan mendalam oleh Badan Anggaran bersama TAPD,” ungkapnya.

    Ia mengatakan, hasil dari pembahasan tersebut menjadi bahan laporan kerja Badan Anggaran yang kemudian akan disampaikan pada rapat paripurna berikutnya.

    Mewakili Gubernur, Sekdaprov Kaltim Sriwahyuni memberikan tanggapan terhadap seluruh masukan fraksi. Dalam penyampaiannya, ia menyebut sebagian besar fraksi menyoroti turunnya alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

    Penurunan TKD tersebut berdampak langsung terhadap proyeksi APBD 2026 yang merosot menjadi Rp15,15 triliun. Angka tersebut jauh dibawah APBD 2025 yang mencapai Rp21,74 triliun.

    Dalam kesempatan itu, Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan fraksi. Ia memastikan pemerintah provinsi akan melakukan penyesuaian kebijakan anggaran sesuai kondisi fiskal saat ini.

    “Kami memastikan rancangan APBD 2026 dapat ditetapkan tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat Kaltim,” tegasnya.

    Ia menyebutkan bahwa pemerintah provinsi berupaya mempertahankan kualitas belanja, meningkatkan pendapatan daerah, dan memperkuat perencanaan sehingga program prioritas tetap aman meski dana transfer menurun.(Ngl/ADV/DPRDKaltim)

    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Budianto Bulang Perkuat Nilai Kebangsaan Melalui Sosialisasi Perda Sampai ke Desa Terpencil

    Desember 17, 2025

    DPRD Kaltim Bentuk Pansus CSR, Dorong Perusahaan Beri Manfaat untuk Masyarakat

    Desember 17, 2025

    Sarkowi: Konsistensi Aparat dan Kesadaran Masyarakat Kunci Penegakan Hukum

    Desember 17, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,900 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,491 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,133 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,018 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.