Halonusantara.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tengah menyiapkan penerapan sistem digital untuk mengelola program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
Upaya ini dilakukan agar pengelolaan CSR bisa semakin transparan, terukur, dan manfaatnya tersebar merata di seluruh wilayah Kaltim.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menyebutkan bahwa sistem digital akan mempermudah proses pencatatan, pengawasan, hingga pelaporan CSR jauh lebih efisien dan akurat.
“Selama ini proses pelaporan dan pengawasan masih dilakukan secara manual. Melalui digitalisasi CSR, seluruh proses mulai dari penginputan data, pengawasan hingga pengarahannya bisa berjalan lebih cepat,” ucap Darlis.
Darlis menegaskan, urusan pengelolaan dana tetap menjadi tugas perusahaan, sementara pemerintah hanya menyediakan panduan kebijakan.
“Perusahaan tetap memegang kendali dana CSR. Pemerintah hanya mengarahkan agar program yang dijalankan sesuai kebutuhan pembangunan daerah,” jelasnya.
Dalam platform digital tersebut nantinya akan memuat daftar program prioritas yang dapat dipilih oleh perusahaan, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, keagamaan, kepemudaan, olahraga, hingga infrastruktur. Pemilihan program dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial dan arah kontribusi masing-masing perusahaan.
Pemprov Kaltim juga akan mengatur jenis program, lokasi sasaran, hingga estimasi anggaran yang dibutuhkan. Pemerintah menargetkan melalui sistem ini, distribusi CSR dapat lebih merata serta menjangkau daerah-daerah yang selama ini kurang mendapatkan perhatian pembangunan. (Ngl/Adv/DPRDKaltim)

