Halonusantara.id, KUTAI KARTANEGARA – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menegaskan pentingnya percepatan pemanfaatan aset Pelabuhan Amburawang Laut, Kecamatan Samboja Barat.
Dalam Rapat Paripurna ke 31 pada Senin (11/8/2025), ia menyampaikan bahwa pembahasan aset tersebut sebaiknya dilakukan melalui panitia khusus (Pansus).
“Pansus akan mengkaji aset-aset ini dan menentukan potensi bisnis yang bisa dijalankan PT Tunggang Parangan, termasuk peluang kerja sama dengan PT Graha 165,” jelas Ahmad Yani.
Ia mengingatkan, wacana pemanfaatan pelabuhan sebenarnya sudah sering dibahas lima tahun lalu, namun hingga kini belum terealisasi. Padahal, keberadaan pelabuhan dinilai strategis untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Seharusnya pelabuhan ini sudah menghasilkan PAD. Apalagi di sebelahnya ada pelabuhan milik PT Singlurus. Dulu sudah ada MoU awal dengan PT Tunggang Parangan, tapi tidak ditindaklanjuti sehingga PT Singlurus membangun pelabuhan sendiri,” ungkapnya.
Ke depan, DPRD Kukar berharap PT Tunggang Parangan dapat menghidupkan kembali kerja sama bisnis dengan berbagai perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan tersebut.
“Peluangnya besar, mulai dari perusahaan tambang, perkebunan, hingga migas. Pelabuhan ini harus dimanfaatkan secara optimal demi kesejahteraan rakyat lewat peningkatan PAD,” tegas Ahmad Yani. (Hf/Adv)

