Halonusantara.id, KUTAI KARTANEGARA – Anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Akbar Haka, mengingatkan pemerintah daerah agar tidak hanya fokus pada transisi menuju ekonomi terbarukan, tetapi juga memastikan kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi perubahan tersebut.
Menurutnya, peralihan dari ketergantungan sumber daya alam menuju ekonomi berkelanjutan masih minim persiapan, khususnya dalam peningkatan kapasitas SDM.
“Kita sepakat ekonomi terbarukan itu keharusan. Sumber daya alam akan habis, suka tidak suka. Tapi kita sering lengah pada proses transisinya. SDM tidak disiapkan dengan baik,” ujar Akbar, Senin (25/8/2025).
Ia mencontohkan, kebijakan stimulus bagi pelaku ekonomi kreatif berisiko tidak efektif bila tidak diiringi seleksi dan pelatihan yang tepat. Akbar mengibaratkan hal itu seperti memberi motor balap ber-CC tinggi kepada pembalap yang belum handal.
“Kalau tidak ada seleksi, mekanisme pemberian yang jelas, dan sistem monitoring yang kuat, stimulus bisa tidak tepat sasaran, bahkan sia-sia,” tegasnya.
Akbar menilai, salah satu solusi konkret adalah penerapan program sertifikasi profesi bagi pelaku ekonomi kreatif. Hal ini dinilai penting untuk menyiapkan SDM yang kompeten dan siap menghadapi tantangan ekonomi baru.
Ia berharap pemerintah benar-benar memperhatikan aspek teknis dalam pelaksanaan program stimulus ekonomi, mulai dari seleksi, pelatihan, hingga pengawasan pasca-penyaluran.
“Jangan hanya bicara ingin berpindah ke ekonomi terbarukan, tapi SDM-nya ditinggalkan. Harus ada roadmap transisi yang jelas dan terukur,” pungkasnya. (Hf/Adv)

