Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»DPRD Kukar Libatkan Psikiater Tangani Kasus Dugaan Pencabulan Santri
    Advertorial

    DPRD Kukar Libatkan Psikiater Tangani Kasus Dugaan Pencabulan Santri

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraAgustus 19, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kukar dengan pihak terkait membahas dugaan kasus pencabulan di salah satu Pesantren di Tenggarong Seberang. (Hf)

    Halonusantara.id, KUTAI KARTANEGARA – DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) memperluas langkah penanganan kasus dugaan pencabulan di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Tenggarong Seberang. Setelah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Selasa (19/8/2025), DPRD memastikan akan melibatkan psikiater dan psikolog dalam pendampingan korban sekaligus melakukan screening terhadap seluruh santri.

    Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Andi Faisal, menyebutkan rencana awal pekan depan pihaknya akan mengundang psikiater dari RS AM Parikesit. Seluruh anak didik pondok pesantren tempat kasus terjadi, termasuk para alumni, akan dipanggil untuk menjalani konseling dan pemeriksaan psikologis.

    “Informasi dari Kemenag, ada sekitar 400 anak didik. Semua akan dipanggil, termasuk alumni. Dari laporan TRC dan Polres, terindikasi juga ada korban perempuan,” ungkapnya.

    Ia menegaskan DPRD tidak main-main dalam penanganan kasus ini. Tim khusus yang dibentuk akan melibatkan psikiater, psikolog, hingga lembaga perlindungan anak. Penanganan juga diperluas ke pondok lain yang dilaporkan memiliki kasus serupa.

    “Tim ini tidak hanya bekerja di pondok pesantren tersebut, tapi juga di beberapa pondok lain yang ada laporan. Ini menyangkut masa depan Kukar, sehingga semua dilakukan secara terbuka dan transparan,” tegasnya.

    Menurut Andi Faisal, kasus serupa bukan kali pertama terjadi di Kukar. Karena itu, diperlukan langkah jangka panjang untuk mencegah kejadian berulang.

    Tim ad hoc yang dibentuk DPRD nantinya juga akan melakukan screening ke seluruh sekolah berasrama, termasuk SMA, SMK, hingga sekolah Islam terpadu.

    “Tidak hanya pondok pesantren, tapi juga sekolah-sekolah boarding lainnya. Semua akan discreening,” pungkasnya. (Hf/Adv)

    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    DPMD Kukar Verifikasi Usulan Pemekaran 37 Desa, Tujuh Di antaranya Menuju Definitif

    Oktober 27, 2026

    Warga Binaan Lapas Tenggarong Dibina Jadi Wirausaha dan Atlet oleh Dispora Kukar

    Oktober 27, 2026

    Bupati Kukar Minta Inovasi OPD Dievaluasi dan Diterapkan untuk Masyarakat

    Oktober 27, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    Penguatan Peran Penghubung Komisi Yudisial Jadi Kunci Menjaga Integritas Hakim

    September 17, 20262,014 Views

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,912 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,501 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,135 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.