Halonusantara.id, Samarinda – DPRD Kota Samarinda meminta pemerintah segera melakukan penertiban terhadap halte di kawasan Jalan Pahlawan yang diketahui digunakan sebagai tempat tinggal. Kondisi tersebut dinilai menyimpang dari fungsi fasilitas umum dan berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan Dinas Perhubungan perlu segera mengambil langkah agar halte kembali difungsikan sebagai sarana pendukung transportasi publik.
“Halte itu diperuntukkan bagi penumpang, bukan untuk ditempati. Ini harus segera ditertibkan,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Menurutnya, penggunaan aset publik di luar peruntukannya tidak dapat dibenarkan dan perlu ditangani secara serius agar fasilitas milik pemerintah tetap terjaga sesuai fungsi awalnya.
Selain menyoroti persoalan halte, DPRD juga mendorong penguatan sistem transportasi umum di Samarinda. Keberadaan halte dinilai akan lebih optimal apabila didukung layanan transportasi massal yang memadai.
Deni menjelaskan, program pengembangan transportasi umum yang sebelumnya direncanakan berjalan pada 2026 masih belum terealisasi akibat sejumlah kendala. Meski demikian, program tersebut akan kembali diusulkan dalam pembahasan anggaran tahun 2027.
“Ada beberapa kendala sehingga belum bisa dijalankan tahun ini. Kami dorong agar masuk lagi dalam anggaran tahun depan,” katanya.
Rencana pengembangan tersebut mencakup pengadaan bus sekolah dan angkutan dalam kota dengan estimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp900 juta. DPRD juga menyarankan penggunaan kendaraan berukuran kecil seperti mikrobus agar lebih sesuai dengan kondisi jalan di Samarinda yang relatif sempit.
Dengan kapasitas sekitar 15 hingga 20 penumpang, moda transportasi tersebut dinilai lebih efektif untuk menjangkau berbagai wilayah perkotaan.
Menurut Deni, pengembangan transportasi massal tidak hanya mendukung fungsi halte sebagai fasilitas publik, tetapi juga dapat membantu masyarakat dalam mengurangi biaya perjalanan sehari-hari.
“Transportasi ini penting, terutama untuk masyarakat dan pelajar. Harapannya bisa meringankan biaya dan menunjang perkembangan Samarinda ke arah kota metropolitan,” tutupnya.(Eby/Adv)

