Halonusantara.id, Samarinda – DPRD Kota Samarinda menaruh perhatian terhadap penerapan kurikulum pendidikan yang mulai mengadopsi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kesiapan tenaga pendidik dinilai menjadi faktor utama agar transformasi sistem pembelajaran dapat berjalan efektif di sekolah.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mengatakan perubahan kurikulum tidak cukup hanya berfokus pada materi pembelajaran. Menurutnya, kemampuan guru dalam mengikuti perkembangan teknologi juga harus menjadi perhatian serius.
“Implementasi kurikulum baru harus diimbangi dengan kesiapan tenaga pengajar dan dukungan fasilitas yang memadai agar proses pembelajaran berjalan optimal,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, keberhasilan transformasi pendidikan ditentukan oleh beberapa unsur penting yang saling berkaitan, mulai dari kualitas kurikulum, kompetensi guru, hingga sarana pendukung di sekolah. Jika salah satu aspek belum siap, maka penerapan sistem pembelajaran baru dinilai akan sulit berjalan maksimal.
Novan menyebut perkembangan dunia pendidikan saat ini mulai mengarah pada pembelajaran berbasis digital, termasuk pengenalan coding dan teknologi AI di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut membuat tenaga pendidik dituntut memiliki kemampuan tambahan agar mampu menyesuaikan diri dengan metode belajar modern.
Namun demikian, ia menilai masih banyak guru yang membutuhkan peningkatan kapasitas serta pendampingan dalam memahami penggunaan teknologi pada proses belajar mengajar.
Karena itu, DPRD Samarinda meminta pemerintah kota memperkuat program pelatihan dan pengembangan kompetensi bagi tenaga pendidik agar kualitas pembelajaran dapat meningkat seiring penerapan kurikulum berbasis teknologi.
“Guru harus mendapatkan pelatihan yang sesuai dengan perkembangan zaman supaya siswa juga memperoleh kualitas pendidikan yang lebih baik,” tegasnya.
DPRD berharap peningkatan kualitas tenaga pendidik dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga penerapan pendidikan berbasis teknologi di Kota Samarinda dapat berjalan merata dan efektif di seluruh sekolah. (Eby/Adv)

