Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»DPRD Soroti Lemahnya Pengelolaan Museum Samarinda
    Advertorial

    DPRD Soroti Lemahnya Pengelolaan Museum Samarinda

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraAgustus 28, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Ist)

    Halonusantara.id, Samarinda – DPRD Kota Samarinda menilai keberadaan Museum Samarinda belum berfungsi maksimal sebagai pusat edukasi sejarah. Lembaga ini dianggap belum mampu menarik minat masyarakat karena terbatasnya koleksi dan lemahnya pola pengelolaan.

    Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengungkapkan pemerintah kota melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memang sudah berupaya menambah arsip dan materi pameran. Namun, menurutnya, langkah tersebut belum cukup untuk meningkatkan kualitas layanan museum.

    Jika dibandingkan dengan Museum Mulawarman di Tenggarong, ia menilai posisi Museum Samarinda masih tertinggal jauh.

    “Di Tenggarong, masyarakat bisa langsung melihat peninggalan kerajaan yang otentik. Sedangkan Samarinda belum mampu menghadirkan identitas sejarah kota secara jelas,” ungkapnya.

    Sri Puji juga menyoroti struktur kelembagaan museum yang berada di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kondisi itu disebut membuat alokasi anggaran kebudayaan tidak fokus, sehingga menghambat pengembangan museum.

    Selain itu, ia menilai kondisi sosial Samarinda yang multikultural turut menjadi tantangan tersendiri. Keberagaman budaya membuat sulit menonjolkan identitas sejarah tertentu. Sementara upaya pengumpulan benda bersejarah, foto, dan lukisan juga tidak mudah karena sebagian warga enggan menyerahkan warisan keluarga mereka ke museum.

    Minimnya dukungan anggaran semakin memperburuk keadaan. Walau ada kerja sama dengan sekolah, jumlah kunjungan pelajar tetap rendah karena faktor akses transportasi yang belum memadai.

    Sri Puji menegaskan perlunya langkah konkret agar museum dapat berfungsi lebih baik.

    “Pemisahan kelembagaan, dukungan anggaran, sosialisasi yang lebih luas, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci agar Museum Samarinda benar-benar bisa menjadi pusat edukasi sejarah,” pungkasnya. (Eby/Adv)

    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Budianto Bulang Perkuat Nilai Kebangsaan Melalui Sosialisasi Perda Sampai ke Desa Terpencil

    Desember 17, 2025

    DPRD Kaltim Bentuk Pansus CSR, Dorong Perusahaan Beri Manfaat untuk Masyarakat

    Desember 17, 2025

    Sarkowi: Konsistensi Aparat dan Kesadaran Masyarakat Kunci Penegakan Hukum

    Desember 17, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,904 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,494 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,133 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,019 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.