Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Anggota Komisi III DPRD Kukar, Fachrudin, menegaskan bahwa selama masa jabatannya sudah banyak bantuan yang disalurkan kepada masyarakat.
Bantuan itu mencakup infrastruktur, pertanian, hingga kebutuhan nelayan.
“Alhamdulillah, banyak sekali bantuan yang sudah terealisasi. Mulai dari jalan gang, irigasi, hand tractor untuk petani, hingga kubo dan mesin untuk nelayan,” kata Fachrudin.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk nyata hasil reses yang selama ini dijalankan anggota DPRD.
Aspirasi masyarakat tidak hanya dicatat, tapi juga diperjuangkan hingga masuk dalam APBD dan terealisasi di lapangan.
“Kalau kita hanya menampung aspirasi tanpa realisasi, masyarakat pasti kecewa. Jadi saya pastikan usulan-usulan prioritas benar-benar diperjuangkan,” tambahnya.
Selain infrastruktur dasar, DPRD juga menyalurkan bantuan untuk sarana ibadah.
Fachrudin menyebut banyak masjid dan mushola di daerah pemilihannya yang sudah mendapatkan dukungan berupa pembangunan maupun perbaikan fasilitas.
“Tidak hanya jalan dan irigasi, rumah ibadah pun kita bantu. Karena itu juga kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa kondisi anggaran Kukar belakangan ini memang lebih terbatas dibanding periode sebelumnya.
Dulu, APBD Kukar sempat mencapai Rp14 triliun, sedangkan saat ini jauh lebih kecil. Namun hal itu tidak mengurangi semangat DPRD dalam memperjuangkan kebutuhan warga.
“Memang dulu anggaran kita sangat besar, normal sekali. Sekarang menurun, jadi kita harus lebih selektif. Tapi insya Allah tetap bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat meski bertahap,” jelasnya.
Beberapa program bantuan, seperti pengaspalan jalan gang, bahkan sudah berjalan hampir merata di sejumlah kelurahan.
Legislator PAN tersebut menekankan, upaya itu akan terus berlanjut agar masyarakat bisa merasakan manfaat secara luas.
“Kalau belum semua terpenuhi, kita lanjutkan bertahap. Yang penting ada progres, masyarakat bisa melihat bahwa DPRD tidak tinggal diam,” ucapnya.
Ia menambahkan, prioritas pemberian bantuan selalu diarahkan pada sektor yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Pertanian, perikanan, infrastruktur, dan fasilitas publik dianggap sebagai penopang utama ekonomi warga Kukar.
“Selama ini fokus kami selalu ke hal-hal yang langsung dirasakan. Itu yang paling penting, bukan sekadar angka di APBD,” pungkas Fachrudin. (Hf/Adv)

