Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Gandeng UGM, Bappeda Lakukan Riset Pembangunan Pertanian Berbasis Kawasan di Kukar
    Advertorial

    Gandeng UGM, Bappeda Lakukan Riset Pembangunan Pertanian Berbasis Kawasan di Kukar

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraOktober 30, 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Ilustrasi kawasan pertanian di Kukar (Istimewa)

    Halonusantara.id, Tenggarong – Untuk mewujudkan mimpi besar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi lumbung pangan bagi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan penelitian terkait analisis pembangunan pertanian berbasis kawasan di Kukar.

    Tidak tanggung-tanggung, Bappeda Kukar menggandeng tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Untuk melakukan riset pengembangan pertanian berbasis kawasan di Kukar.

    Plt Kepala Bappeda Kukar, Syarifah Vanesa Vilna, mengatakan, saat ini, Pemkab Kukar telah menetapkan lima kawasan pertanian berbeda di Kukar sebagai lokasi pertanian terpadu.

    “Lima kawasan pertanian yang ditetapkan adalah Kecamatan Marangkayu, Sebulu-Muara Kaman, Tenggarong-Loa Kulu, Tenggarong Seberang I dan Tenggarong Seberang II,” jelasnya, Senin (30/10/2023).

    Tujuan dari penelitian ini, ucap Syarifah Vanesa Vilnakata, pihaknya ingin menilai tingkat kelayakan usaha pertanian di kelima kawasan tersebut.

    Oleh karena itu, untuk mendapatkan data hasil penelitian yang akurat, Bappeda dan tim peneliti UGM memfokuskan tiga kecamatan sebagai lokasi sampel penelitian pilot project pertanian terintegrasi berbasis kawasan.

    “Tiga kecamatan tersebut adalah Sebulu-Muara Kaman, Tenggarong-Loa Kulu dan Tenggarong Seberang,” tuturnya.

    Sementara itu, Ketua Tim Peneliti dari UGM, Alia Bihrajihant Raya, menjelaskan bahwa pertanian terintegrasi berbasis kawasan memiliki banyak keunggulan.

    Salah satunya adalah luasnya wilayah pertanian pangan dan hortikultura di Kukar, yang memungkinkan program ini mencapai tujuannya sebagai lumbung pangan Provinsi Kalimantan Timur dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

    “Kawasan pertanian terintegrasi di Kukar memiliki nilai strategis dan mampu memenuhi kebutuhan pangan di Kaltim dan IKN,” sambungnya.

    Konsep Pertanian terintegrasi berbasis Kawasan ini diharapkan akan menjadi penggerak pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

    “Sehingga fokus pembangunan semakin mendukung seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (HN/Adv/Eby)

    Halonusantara.id Kalimantan Timur Kutai Kartanegara Pemkab Kukar
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Kunjungi Outlet Susu Kambing Etawa, Putri berharap Kadin Kaltim jadi pelopor usaha sektor Peternakan

    Maret 30, 2026

    Street Run Ramadhan 2026 Hidupkan Malam Anggana, KNPI Kecamatan Anggana Gerakkan Semangat Ratusan Pemuda

    Maret 9, 2026

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,906 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,495 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,134 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,021 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.