Halonusantara.id, Samarinda, 11 Februari 2026 – Pascasarjana Universitas Mulawarman (Unmul) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Lingkungan yang berfokus pada peningkatan tata kelola dan sinergi antarpihak dalam pengelolaan sampah di Provinsi Kalimantan Timur serta Ibu Kota Nusantara (IKN). Acara yang berlangsung di Gedung Pascasarjana Unmul ini dihadiri oleh lebih dari 250 peserta dari berbagai kalangan akademisi dan praktisi lingkungan.
Seminar ini menghadirkan lima pakar sebagai keynote speakers untuk membedah solusi persampahan dari berbagai perspektif:
Aisyah Syafei, S.T., M.K.K.K (Fungsional Penyuluh LH Ahli Madya KLHK).
Dr. Myrna Asnawati Safitri, S.H., M.Si (Deputi Lingkungan Hidup OIKN).
Dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp. OG (Walikota Bontang 2016-2021 Dan 2024-Sekarang).
Prof. Dr. Prabang Setyono, M.Si (Sekjen Perkumpulan program Studi ilmu lingkungan Indonesia).
Dr. Ir. Yunianto Setiawan, S.Si., M.Si (Akademisi UNMUL).
Suara dari Penyelenggara Direktur Pascasarjana Universitas Mulawarman, Prof. Ir. Ndan Imang, MP., Ph.D., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran institusi pendidikan dalam mengawal transisi ekologis di Kaltim.
“Seminar ini adalah bentuk komitmen kami untuk memberikan kontribusi pemikiran nyata bagi tata kelola sampah yang berkelanjutan, terutama dengan kehadiran IKN yang menuntut standar pengelolaan lingkungan yang lebih tinggi,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, koordinator program studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Mulawarman Dr. Ir. Yunianto Setiawan, S.Si., M.Si menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wadah integrasi riset mahasiswa dengan kebijakan publik.
“Melalui sesi paralel, kami melibatkan mahasiswa S3 Program Doktoral Ilmu Lingkungan, mahasiswa S2, dan pihak eksternal untuk mempresentasikan artikel ilmiah yang relevan dengan tema pengelolaan sampah, guna menghasilkan rekomendasi berbasis data bagi pemerintah daerah.”, kegiatan ini seminar nasional ini akan menjadi kegiatan rutin tahunan yang tentunya setiap tahun kita akan membuat tema-tema lainnya yang lebih menarik dan tentunya mendukung sinerginitas akademisi dan pemerinta dalam membangun tata kelola lingkungan kalimatan timur yang lebih baik
Sementara itu, Ketua Panitia, Toman Colbert Manalu, menyampaikan apresiasinya atas dukungan berbagai pihak.
“Kami sangat berterima kasih kepada para sponsor platinum, gold, silver dan semua pihak yang membantu sukses dan lancarkan kegiatan seminar nasional ini, serta mitra yang telah mendukung terselenggaranya acara ini.
Antusiasme lebih dari 250 peserta menunjukkan bahwa isu sampah adalah prioritas bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor,” kami berharap dukungan dan support kegiatan ini tetap berlanjut dan kerjasama yang sudah terjalin dengan baik terus terpilhara dan dapat mensupport kegiatan ini secara rutin setiap tahunnya, tentunya tidak berhenti hanya dalam kegiatan seminar nasional laingkungan ini saja, kata Toman “Dari sekian banyaknya makalah yang masuk, panitia telah melakukan seleksi terhadap makalah yang terdaftar. Hasil seleksi makalah berjumlah sebanyak 29 yang terdiri dari 19 orang program doktor, 1 orang program Magister, dan 9 orang Program Sarjana. Makalah ini akan di presentasikan pada sesi pararel saat kegiatan utama telah selesai. Makalah yang telah dipresentasikan akan dipublikasikan diprosiding yang terakreditasi ISBN”.
Rangkaian Acara dan Output Ilmiah Acara diawali dengan penampilan seni tari Dayak kontemporer oleh Riskia dan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor 01 Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Lambang Subagiyo, M.Si .. Selain sesi diskusi panel yang dipandu oleh Dr. Dwi Ermawati Rahayu, M.T. , agenda dilanjutkan dengan presentasi artikel ilmiah pada sesi paralel di sore hari.
Sesi ilmiah ini diikuti oleh peneliti dari program Doktoral dan Magister Ilmu Lingkungan, serta praktisi luar yang memaparkan inovasi terbaru dalam teknologi pengelolaan sampah dan kebijakan sosial lingkungan. Seminar ditutup dengan kesimpulan dari Direktur Pascasarjana ilmu lingkungan universitas Mulawarman yang menekankan urgensi sinkronisasi kebijakan antara wilayah penyangga dan IKN.(Eby/HN)

