Halonusantara.id, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat agenda pembangunan infrastruktur dengan menggarap sejumlah ruas jalan strategis yang tersebar di berbagai wilayah.
Seiring dengan itu, kinerja serapan anggaran juga menunjukkan tren positif, menjadi sinyal optimisme terhadap efektivitas pelaksanaan program di tahun berjalan.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyebut percepatan pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah provinsi pada 2025.
Ia menggarisbawahi bahwa realisasi fisik di lapangan telah sejalan dengan penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
“Sebagian proyek jalan memang ditangani provinsi, sebagian lainnya menjadi tanggung jawab kota dan nasional. Namun yang penting, seluruh proses berjalan terpadu dan saling mengisi,” ujarnya, Selasa (22/7/2025).
Tak hanya aspek fisik, Seno juga menyoroti pentingnya percepatan dalam penyerapan anggaran, terutama pada sektor infrastruktur. Hingga pertengahan tahun, realisasi belanja pembangunan provinsi telah mendekati angka 50 persen, dan pemerintah daerah menargetkan peningkatan signifikan menjelang kuartal terakhir.
“Performa serapan kita menunjukkan progres yang cukup baik. Bulan Agustus hingga September akan menjadi momentum percepatan, dengan harapan capaian akhir tahun bisa melampaui 90 persen,” ungkapnya.
Beberapa jalur transportasi darat yang masuk dalam daftar prioritas pembangunan tahun ini mencakup wilayah penghubung antar kabupaten dan kota, termasuk ruas Kutai Timur menuju Braung dan akses strategis dari Samarinda ke Kutai Barat.
Proyek lain yang sedang berjalan adalah peningkatan jalan dari Samboja ke Balikpapan, yang dipandang penting dalam mendukung konektivitas kawasan pesisir.
Menurut Seno, perbaikan dan pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari strategi jangka panjang dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, memperlancar distribusi logistik, serta mempermudah mobilitas warga.
“Peningkatan konektivitas antarwilayah akan mempercepat pertumbuhan sentra-sentra ekonomi baru, sekaligus mendukung pemerataan pembangunan,” katanya.
Dengan sisa waktu beberapa bulan menjelang penutupan tahun anggaran, Pemerintah Provinsi Kaltim menyatakan komitmennya untuk menjaga ritme pembangunan tetap stabil.
Optimalisasi anggaran, pengawasan lapangan, serta sinergi lintas lembaga disebut menjadi kunci agar pembangunan berjalan sesuai target.
“Kita ingin memastikan bahwa anggaran yang ada benar-benar memberi dampak. Bukan sekadar terserap, tetapi juga menghasilkan pembangunan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutup Seno. (Na/Adv/DiskominfoKaltim)

