Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Kasus Pencabulan Santri Guncang Kepercayaan Publik, DPRD Kukar Minta Pesantren Perketat Pengawasan
    Advertorial

    Kasus Pencabulan Santri Guncang Kepercayaan Publik, DPRD Kukar Minta Pesantren Perketat Pengawasan

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraAgustus 27, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Komisi IV DPRD Kukar saat RDP dengan pihak terkait mengenai kasus pencabulan di Pondok Pesantren Tenggarong Seberang. (Hf)

    Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Kasus dugaan pencabulan yang menimpa santri di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar), memicu keprihatinan mendalam dari Wakil Ketua III DPRD Kukar, Aini Faridah. Ia khawatir, kasus ini akan meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pesantren sebagai lembaga pendidikan agama.

    Aini mengaku merasakan kegemetaran saat mendengar kasus tersebut. Sebab, ia sendiri menitipkan anak-anaknya untuk menimba ilmu di pesantren.

    “Kita menitipkan anak ke pondok ini supaya pondasi agamanya kuat, bukan untuk hal-hal yang merusak,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak terkait di Kantor DPRD Kukar, Selasa (26/8/2025).

    Ia menuturkan, meski bukan alumni pesantren, suaminya merupakan lulusan pendidikan asrama bernuansa keislaman. Hal itu yang mendorongnya memasukkan kedua anaknya ke pesantren di berbagai daerah, mulai Yogyakarta hingga Jawa Timur.

    “Alhamdulillah, anak saya yang pertama hafal 5 juz, yang kedua hafal 30 juz. Itu buah dari pendidikan di pondok,” bebernya.

    Menurut Aini, alasan orang tua menitipkan anak ke pesantren sederhana: agar mereka lebih disiplin dalam beribadah sekaligus mendalami ilmu agama.

    “Tujuan orang tua adalah agar sholat anak tepat waktu, memahami agama, bahkan bisa hafal Al-Qur’an,” jelasnya.

    Namun, ia menilai kasus pencabulan di Tenggarong Seberang ini berpotensi menimbulkan stigma negatif terhadap pesantren lain yang sebenarnya berfungsi dengan baik.

    “Gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga. Masalah di satu pondok bisa berimbas ke pondok-pondok lain. Orang tua bisa jadi takut menitipkan anaknya,” tegasnya.

    Karena itu, Aini menekankan pentingnya mengembalikan kepercayaan publik terhadap pesantren. Ia mendesak agar pengawasan internal diperketat demi memastikan kejadian serupa tidak terulang.

    “Kita ingin anak-anak tetap bisa belajar agama dengan aman, dan kepercayaan masyarakat tidak hilang,” pungkasnya. (Hf/Adv)

    Dprd Kutai Kartanegara Halonusantara.id
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Kunjungi Outlet Susu Kambing Etawa, Putri berharap Kadin Kaltim jadi pelopor usaha sektor Peternakan

    Maret 30, 2026

    Street Run Ramadhan 2026 Hidupkan Malam Anggana, KNPI Kecamatan Anggana Gerakkan Semangat Ratusan Pemuda

    Maret 9, 2026

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,906 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,495 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,134 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,021 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.