Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Ketergantungan Beras Dari Luar Daerah, Firnandi Ikhsan Desak Pemprov Kaltim Perkuat Ketahanan Pangan
    Advertorial

    Ketergantungan Beras Dari Luar Daerah, Firnandi Ikhsan Desak Pemprov Kaltim Perkuat Ketahanan Pangan

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraNovember 25, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan. (Foto : Ist)

    Halonusantara.id, Samarinda – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) hingga saat ini masih belum mampu mencukupi kebutuhan berasnya secara mandiri.

    Produksi beras lokal yang hanya berada di angka 170 ribu ton per tahun masih jauh dari kebutuhan masyakarat yang mencapai 350 ribu ton.

    Situasi ini membuat Kaltim berada dalam posisi rawan dari sisi ketahanan pangan, meski secara nasional indeks ketahanan pangan di Kaltim berada di level tinggi.

    Melihat kondisi tersebut, Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, mendorong Pemprov Kaltim untuk segera memperkuat produksi pangan dan tidak terpaku pada pencapaian indeks yang tinggi.

    “Angkanya memang terlihat bagus, tetapi kalau hampir separuh kebutuhan masih mengandalkan pasokan luar, artinya kita belum benar-benar aman,” sambut Firnadi.

    Firnandi Ikhsan menyayangkan minimnya lahan pertanian yang dapat dimanfaatkan secara optimal. Padahal Provinsi Kaltim memiliki wilayah seluas 9 juta hektare. Namun, hanya sekitar 63 ribu hektar yang dapat dimanfaatkan menjadi lahan pertanian.

    Politikus PKS itu mengungkapkan bahwa Komisi II telah melakukan pembahasan kebutuhan anggaran pertanian tahun 2026 sejak pertengahan tahun.

    Namun, upaya tersebut terhambat oleh regulasi Permendagri 900/2024 yang membatasi peran pemerintah provinsi dalam menyediakan sarana dan prasarana pertanian.

    “Petani butuh alat dan bantuan langsung. Sayangnya, regulasi yang baru justru mempersempit ruang provinsi untuk memberikan dukungan itu. Ini harus segera dicari jalan keluarnya,” jelasnya.

    Firnadi kembali menegaskan bahwa indikator ketahanan pangan tidak hanya diukur dari indeks atau peringkat. Daerah harus mampu memproduksi pangan secara mandiri dan berkelanjutan.

    Ia mendorong pemerintah perlu memperluas lahan yang bisa digarap, memaksimalkan berbagai program pertanian, serta memastikan bantuan kepada petani tersalurkan secara tepat sasaran.

    “Kalau produksi daerah kuat, ketahanan ekonomi kita juga akan lebih stabil,” tutupnya. (Ngl/Adv/DPRDKaltim)

    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Budianto Bulang Perkuat Nilai Kebangsaan Melalui Sosialisasi Perda Sampai ke Desa Terpencil

    Desember 17, 2025

    DPRD Kaltim Bentuk Pansus CSR, Dorong Perusahaan Beri Manfaat untuk Masyarakat

    Desember 17, 2025

    Sarkowi: Konsistensi Aparat dan Kesadaran Masyarakat Kunci Penegakan Hukum

    Desember 17, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,900 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,491 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,133 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,018 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.