Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, bersama Gubernur Kaltim, Rudi Mas’ud, melakukan kunjungan lapangan ke ruas jalan poros Kutai Kartanegara (Kukar) – Kutai Barat (Kubar).
Kunjungan ini menjadi wujud sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam merespons langsung keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur dasar, khususnya di wilayah pedalaman Kaltim.
Ruas jalan tersebut dinilai strategis karena menghubungkan tiga kabupaten, yakni Kukar, Kubar, dan Mahakam Ulu (Mahulu). Selain itu, jalur ini berpotensi menjadi akses alternatif menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) dari arah barat.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan menyoroti sejumlah titik kritis yang kerap dikeluhkan warga. Kehadiran Ketua DPRD dan Gubernur Kaltim di lapangan menjadi simbol komitmen pemerintah untuk memberikan solusi nyata, bukan sekadar janji di atas meja rapat.
“Ketua DPRD berperan sebagai jembatan antara aspirasi masyarakat dan arah kebijakan, sementara kami di eksekutif siap menindaklanjuti melalui program prioritas dalam RPJMD Kaltim,” ujar Gubernur Rudi Mas’ud, yang akrab disapa Gubernur Harum, saat pelepasan kunjungan dari Rumah Jabatan Gubernur.
Menurutnya, jalan yang layak merupakan hak dasar masyarakat. Ia menegaskan komitmennya memperjuangkan peningkatan jalan poros Kukar-Kubar ke pemerintah pusat, mengingat statusnya sebagai jalan nasional. Upaya perbaikan akan difokuskan pada titik-titik rusak, baik ringan, sedang, maupun berat, melalui Kementerian PUPR.
“Kami ingin masyarakat pedalaman seperti di Kukar, Kubar, hingga Mahulu juga merasakan akses jalan yang baik, tidak hanya masyarakat perkotaan,” tegasnya.
Selain fokus pada jalur eksisting, Gubernur Harum juga mendorong pembangunan akses baru yang menghubungkan langsung ke IKN. Ia mengusulkan pembangunan jalan tembus dari Resak (Kubar) menuju Petung (Penajam Paser Utara/PPU) sebagai jalur strategis penghubung kawasan barat Kaltim ke IKN.
Dalam kunjungan tersebut, turut hadir pula perwakilan Dinas PUPR Kaltim. Kepala Bidang Bina Marga, Runandar, menjelaskan bahwa sejumlah kegiatan pemeliharaan rutin jalan nasional telah dijadwalkan tahun ini berdasarkan data dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim.
Ruas-ruas yang akan ditangani antara lain Loa Janan – Tenggarong, Senoni – Kota Bangun, Kota Bangun – Muara Leka – Muara Muntai, serta jalur Muara Muntai – Nayan – Blusuh. Penanganan juga mencakup Simpang Blusuh – Simpang Tiga Damai – Barong Tongkok – Mentiwan – Tering – Batas Mahulu, serta Simpang Blusuh – Batas Kalimantan Tengah.
Dengan peninjauan langsung ini, pemerintah berharap perencanaan pembangunan jalan semakin tepat sasaran dan benar-benar berpihak pada masyarakat. DPRD dan pemerintah daerah berkomitmen menjadikan infrastruktur yang layak sebagai fondasi utama pemerataan pembangunan hingga pelosok Kaltim. (Eby/Adv)

