Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Ketua DPRD Samarinda Dorong Percepatan Identitas Kependudukan Digital
    Advertorial

    Ketua DPRD Samarinda Dorong Percepatan Identitas Kependudukan Digital

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraJuli 24, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah. (Ist)

    Halonusantara.id, Samarinda – Digitalisasi layanan administrasi kependudukan dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan akurasi data penduduk sekaligus memangkas proses pelayanan di Kota Samarinda. DPRD Samarinda pun mendorong Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mempercepat penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

    Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan pemanfaatan IKD dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat karena identitas kependudukan dapat diakses melalui perangkat telepon seluler.

    Menurutnya, sistem tersebut berpotensi mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap dokumen fisik ketika membutuhkan data kependudukan untuk berbagai keperluan administrasi.

    “Melalui IKD, pelayanan administrasi bisa menjadi lebih praktis dan efisien. Masyarakat cukup menggunakan ponsel untuk mengakses identitas kependudukannya,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).

    Selain memberikan kemudahan pelayanan, Helmi menilai digitalisasi kependudukan juga dapat membantu pemerintah memperbaiki kualitas data penduduk. Hal ini penting karena data kependudukan menjadi salah satu dasar dalam menentukan arah kebijakan dan kebutuhan pelayanan masyarakat.

    Ia menyoroti masih adanya warga yang telah lama tinggal maupun bekerja di Samarinda, tetapi data kependudukannya masih tercatat di daerah asal.

    Kondisi tersebut membuat jumlah penduduk yang tercatat secara administratif berpotensi berbeda dengan kondisi riil di lapangan. Padahal, data tersebut berkaitan dengan perencanaan berbagai sektor, termasuk pembangunan dan pelayanan publik.

    “Secara administrasi, jumlah penduduk yang tercatat belum mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan. Masih banyak warga yang tinggal di Samarinda, tetapi identitas kependudukannya belum dipindahkan,” jelasnya.

    Menurut Helmi, persepsi bahwa pengurusan perpindahan data kependudukan membutuhkan proses panjang menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat enggan memperbarui administrasinya.

    Karena itu, sistem pelayanan yang semakin sederhana dan berbasis digital diharapkan dapat mendorong masyarakat lebih aktif memperbarui data kependudukan mereka.

    “Kalau sistemnya mudah dan berbasis digital, masyarakat tentu akan lebih terdorong untuk mengurus perpindahan data kependudukannya,” tuturnya.

    Meski demikian, Helmi mengingatkan percepatan IKD tidak cukup hanya dengan menyediakan sistem digital. Disdukcapil juga perlu memperluas sosialisasi agar masyarakat mengetahui manfaat, prosedur, serta cara menggunakan IKD dengan benar.

    Menurutnya, transformasi digital dalam administrasi kependudukan harus diikuti dengan peningkatan literasi masyarakat. Dengan demikian, teknologi yang disiapkan pemerintah benar-benar dapat dimanfaatkan secara luas.

    Helmi menegaskan pembaruan data kependudukan harus menjadi bagian dari kesadaran masyarakat, sementara pemerintah berkewajiban memastikan prosesnya mudah, cepat, dan dapat diakses.

    “Pelayanan publik harus terus berkembang ke arah yang lebih sederhana dan mudah diakses. Dengan sistem yang praktis, masyarakat juga akan lebih nyaman mengurus administrasi kependudukan,” tutup Helmi.

    DPRD Samarinda berharap penerapan IKD dapat berjalan beriringan dengan pembenahan data kependudukan. Semakin akurat data yang dimiliki pemerintah, semakin tepat pula perencanaan pembangunan dan penyediaan pelayanan publik bagi masyarakat Kota Samarinda. (Eby/Adv)

    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Sri Puji: Persoalan 6.000 Anak Belum Sekolah di Samarinda Tanggung Jawab Bersama

    Juli 24, 2026

    DPRD Samarinda Pertanyakan Pelunasan Utang Pemkot Kepada Pihak Ketiga

    Juli 23, 2026

    Sri Puji Astuti Dukung Pesantren Ramah Anak, Minta Regulasi Jadi Landasan Program

    Juli 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,909 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,501 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,134 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,025 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.