Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Ketua Pansus DPRD Kaltim Tekankan Pembangunan Tak Boleh Terkonsentrasi di Satu Sektor
    Advertorial

    Ketua Pansus DPRD Kaltim Tekankan Pembangunan Tak Boleh Terkonsentrasi di Satu Sektor

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraJuli 11, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya'diah. (Ist)

    Halonusantara.id, Samarinda — DPRD Kalimantan Timur menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030.

    Ketua Panitia Khusus (Pansus) RPJMD DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah, menekankan bahwa pembangunan tidak boleh hanya terfokus pada sektor pendidikan. Menurutnya, keseimbangan antara sektor pendidikan, kesehatan, sosial, dan infrastruktur harus menjadi landasan utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan jangka menengah.

    “Fokus kita tidak bisa hanya pada satu sektor. Pendidikan memang penting, tapi kesehatan masyarakat, perlindungan sosial, dan pembangunan infrastruktur juga harus menjadi prioritas,” ujar Syarifatul.

    Ia juga menyebut program-program pendidikan seperti GratisPol sebagai langkah positif karena membuka akses pendidikan lebih luas bagi masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa pembangunan yang berkelanjutan memerlukan pendekatan menyeluruh lintas sektor.

    Selain itu, Syarifatul menekankan pentingnya validasi data dalam pelaksanaan program, terutama pada tahap Perjanjian Kerja Sama (PKS), untuk memastikan efisiensi dan akurasi penyaluran anggaran.

    “Kalau data sudah akurat, kita bisa lebih tepat menghitung kebutuhan anggaran. Tapi yang terpenting, jangan sampai satu sektor mendominasi anggaran hingga mengorbankan yang lain,” ujarnya.

    Mengenai bantuan pendidikan, ia menyatakan bahwa alokasi anggaran harus tetap memperhatikan kondisi keuangan daerah. Bantuan Rp5 juta per mahasiswa dianggap cukup memadai, dengan catatan adanya fleksibilitas untuk program studi tertentu yang membutuhkan biaya lebih tinggi.

    “Secara umum bantuan Rp5 juta per mahasiswa sudah sesuai. Memang ada pengecualian seperti kedokteran yang biayanya lebih tinggi, tapi hal itu masih dalam kendali,” ucapnya.

    DPRD, lanjutnya, akan terus mengawal pelaksanaan RPJMD agar tidak timpang dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

    “Pembangunan daerah harus bersifat holistik. Semua sektor saling terkait dan harus berjalan bersama. Ini tentang memastikan kesejahteraan masyarakat secara utuh, bukan hanya sebagian,” tutupnya. (Eby/Adv)

    DPRD Kaltim Halonusantara.id
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Street Run Ramadhan 2026 Hidupkan Malam Anggana, KNPI Kecamatan Anggana Gerakkan Semangat Ratusan Pemuda

    Maret 9, 2026

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026

    Budianto Bulang Perkuat Nilai Kebangsaan Melalui Sosialisasi Perda Sampai ke Desa Terpencil

    Desember 17, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,902 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,492 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,133 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,018 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.