Halonusantara.id, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong koperasi sebagai garda terdepan dalam mengatasi ketimpangan ekonomi dan memastikan stabilitas harga di tingkat masyarakat.
Hal ini ditegaskan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dalam peluncuran Koperasi Merah Putih di Kelurahan Lempake, Samarinda Utara, Senin (21/7/2025), yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
Rudy menyebut koperasi bukan semata badan usaha, melainkan alat perjuangan ekonomi yang berpijak pada nilai-nilai gotong royong dan nasionalisme. Di tengah dominasi segelintir elite ekonomi, koperasi diharapkan menjadi solusi dalam memperluas akses masyarakat terhadap sumber-sumber ekonomi.
“Ekonomi saat ini terlalu terkonsentrasi. Hanya satu hingga dua persen yang menguasai. Koperasi Merah Putih hadir untuk mendistribusikan kembali kekuatan ekonomi ke akar rumput,” tegas Rudy.
Ia mencatat bahwa kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah hanya sekitar 15-20 persen, sementara akses terhadap ekonomi nasional dan global masih sangat timpang.
Koperasi, dalam hal ini, didorong untuk mengambil peran nyata dalam memperbaiki distribusi ekonomi tersebut. Di Kaltim, tercatat sebanyak 1.037 Koperasi Merah Putih telah terbentuk di tingkat desa dan kelurahan.
Rudy menyampaikan apresiasi kepada Dinas Koperasi dan UMKM Kaltim yang dinilai berhasil mengejar target pembentukan koperasi secara cepat dan strategis.
Lebih dari sekadar lembaga ekonomi, koperasi diposisikan sebagai instrumen pengendali harga. Menurut Rudy, dengan keberadaan koperasi di wilayah lokal, rantai distribusi dapat dipangkas, sehingga harga kebutuhan pokok bisa lebih stabil dan terjangkau.
“Dengan distribusi yang lebih pendek, koperasi bisa memastikan harga-harga tetap sesuai HET. Ini juga memperkuat jaringan pengaman sosial, termasuk dalam penyaluran bantuan langsung tunai dan bansos,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pentingnya koperasi dalam memastikan produk-produk petani dan pelaku usaha kecil mendapatkan akses pasar yang jelas dan berkelanjutan.
Pemprov Kaltim saat ini tengah membangun pusat distribusi sebagai dukungan logistik jangka panjang.
Rudy pun mewanti-wanti koperasi untuk tidak sekadar menjadi nama tanpa fungsi. Ia menegaskan bahwa koperasi harus aktif menjaga harga sesuai ketentuan dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Jangan sampai ada wilayah yang menjual barang pokok melebihi harga eceran tertinggi. Koperasi harus hadir di situ, menjadi solusi langsung di tengah masyarakat,” pungkasnya. (Na/Adv/DiskominfoKaltim)

