Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Kritik CSR Pendidikan, Darlis Pattalongi : Jangan Simbolik, Harus Solutif
    Advertorial

    Kritik CSR Pendidikan, Darlis Pattalongi : Jangan Simbolik, Harus Solutif

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraJuni 19, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi. (Foto : RM)

    Halonusantara.id, Samarinda – Peran sektor swasta dalam mendukung dunia pendidikan dinilai masih belum menyentuh kebutuhan paling mendasar siswa dan mahasiswa di Kalimantan Timur. Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, yang mengkritik pendekatan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang cenderung seremonial dan tidak sesuai dengan realitas di lapangan.

    Menurut Darlis, banyak perusahaan hanya fokus pada bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), padahal skema seperti itu sudah sebagian besar ditanggung pemerintah melalui program Gratispoll. Sementara kebutuhan sehari-hari seperti transportasi, tempat tinggal, dan akses internet justru masih menjadi beban berat bagi pelajar, terutama dari daerah pelosok.

    “Banyak siswa dari pedalaman gagal melanjutkan sekolah bukan karena tidak mampu bayar kuliah, tapi karena tidak punya ongkos pergi ke sekolah atau tempat tinggal yang layak. Ini yang harusnya jadi perhatian CSR,” ujar Darlis dalam keterangan persnya.

    Ia menegaskan bahwa pendekatan CSR yang menyentuh aspek logistik dan infrastruktur bisa menjadi pendorong signifikan bagi keberhasilan pendidikan di daerah. Termasuk di dalamnya pembangunan rumah singgah, pelatihan guru, penyediaan akses internet di wilayah blank spot, serta perbaikan fasilitas belajar.

    “CSR jangan hanya jadi ajang simbolik. Kita butuh kontribusi konkret, seperti internet untuk desa-desa terpencil, pelatihan tenaga pengajar, hingga dukungan operasional bagi siswa,” tambahnya.

    Menutup pernyataannya, Darlis menegaskan komitmen Komisi IV DPRD Kaltim untuk terus mendorong sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat demi pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Ia berharap pendekatan multipihak ini bisa mengurangi kesenjangan pendidikan antarwilayah dan memastikan bahwa tak ada lagi anak Kaltim yang putus sekolah karena persoalan biaya hidup. (Eby/Adv)

    DPRD Kaltim Halonusantara.id
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Kunjungi Outlet Susu Kambing Etawa, Putri berharap Kadin Kaltim jadi pelopor usaha sektor Peternakan

    Maret 30, 2026

    Street Run Ramadhan 2026 Hidupkan Malam Anggana, KNPI Kecamatan Anggana Gerakkan Semangat Ratusan Pemuda

    Maret 9, 2026

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,904 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,495 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,133 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,019 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.