Halonusantara.id, Samarinda — Peran aktif perempuan dalam sektor usaha mikro mendapat sorotan khusus dalam Festival UMKM yang digelar menyemarakkan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional 2025 di Samarinda. Sekretaris DPRD Kalimantan Timur, Norhayati Usman, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif tersebut yang dinilainya turut memperkuat fondasi ekonomi lokal.
Hadir langsung dalam pembukaan festival di kawasan GOR Kadrie Oening Sempaja, Norhayati menyampaikan bahwa peran ibu rumah tangga dalam aktivitas usaha mikro tidak bisa dianggap remeh.
Menurutnya, keterlibatan perempuan di sektor UMKM memiliki efek ganda terhadap kesejahteraan keluarga sekaligus ketahanan ekonomi lokal.
“Ketika perempuan bergerak aktif dalam UMKM, mereka tidak hanya menopang ekonomi rumah tangga, tetapi turut memperkuat fondasi ekonomi daerah secara keseluruhan,” ungkapnya.
Festival ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 7 hingga 9 Juli 2025, dan menghadirkan lebih dari 100 pelaku usaha lokal. Sebagian besar di antaranya berasal dari kelompok PKK, koperasi wanita, serta komunitas kreatif desa. Ragam produk yang ditampilkan pun menggambarkan kreativitas tinggi, mulai dari kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga produk ramah lingkungan.
Norhayati menekankan perlunya keberpihakan kebijakan untuk mendukung UMKM berbasis keluarga. Menurutnya, sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat seperti PKK harus diperkuat dengan program pelatihan dan pendampingan berkelanjutan.
“UMKM tidak bisa dibiarkan jalan sendiri. Harus ada intervensi kebijakan dan penguatan kapasitas agar mereka bisa naik kelas dan bertahan dalam persaingan,” ucapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan menyeluruh dalam kegiatan pemberdayaan. Festival ini turut menyediakan layanan kesehatan gratis dan berbagai aktivitas sosial lainnya, yang dinilai Norhayati sebagai model ideal untuk mendorong pembangunan berbasis komunitas.
Norhayati berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut sebagai wadah pemberdayaan masyarakat yang menyentuh langsung aspek sosial dan ekonomi di tingkat akar rumput. (Eby/Adv)

