Halonusantara.id, Samarinda – Wawasan kebangsaan didefinisikan sebagai cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa.
Wawasan Kebangsaan dilandasi 4 (empat) konsesus fundamental kebangsaan antara lain Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Nidya Listiyono saat menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan (Sosbang) di Jalan Wijaya Kusuma, Kota Samarinda, Minggu (5/3/2023).
Kegiatan Sosbang tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Fatimah Waty bersama Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 17 Samarinda Abdul Rozak Fahrudin.
Secara gamblang dan interaktif, wawasan kebangsaan diterangkan di depan puluhan mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Mulawarman (Unmul) dengan harapan wawasan kebangsaan tertanam di kalangan kaula muda.
“Wawasan kebangsaan harus terus ditebarkan kapada masyarakat Kaltim agar pertumbuhan pemahaman kebangsaan terus berjalan sebagaimana yang kita harapkan,” terangnya.
Anggota Dewan yang akrab dengan sapaan Tiyo ini menjelaskan, implementasi wawasan kebangsaan dalam kehidupan dibagi menjadi tiga bagian, diantaranya bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Semua dilakukan demi terciptanya masyarakat yang harmonis, terwujud toleransi dan kesadaran hukum pada setiap warga negara,” jelasnya saat diwawancarai awak media.
Anggota Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) DPRD Kaltim itu menambahkan, sosialisasi wawasan kebangsaan merupakan upaya DPRD bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk mempertahankan NKRI melalui tangan pemuda yang merupakan aset negara.
“Wawasan kebangsaan perlu harus sering digaungkan atau disebarkan ke masyarakat terlebih pada pemuda dan milenial,” tutupnya. (MF/Adv/DPRDKaltim)