Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Pansus RPJMD Soroti Kesenjangan Pendidikan dan Lemahnya PAD Kaltim
    Advertorial

    Pansus RPJMD Soroti Kesenjangan Pendidikan dan Lemahnya PAD Kaltim

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraJuni 17, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Suasana Rapat Pansus RPJMD DPRD Kaltim 2025-2029. (Humas DPRD Kaltim)

    Halonusantara.id, Samarinda – Pemerataan pendidikan dan penguatan pendapatan asli daerah (PAD) menjadi dua perhatian utama Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kaltim dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Kedua sektor ini dinilai krusial untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan di Kalimantan Timur.

    Ketua Pansus, Syarifatul Sya’diah, menyoroti masih adanya ketimpangan akses pendidikan antarwilayah, terutama antara daerah perkotaan dan pedalaman. Salah satu contoh nyata adalah di Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, yang sampai saat ini belum memiliki Sekolah Menengah Atas (SMA).

    “Ini tidak bisa dibiarkan. Anak-anak di daerah seperti Segah butuh akses pendidikan setara dengan wilayah lainnya,” tegas politisi Partai Golkar itu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pansus RPJMD di Gedung DPRD Kaltim, Selasa (17/6/2025).

    Ia menegaskan bahwa dokumen RPJMD harus mengakomodasi kebijakan yang mendorong pemerataan pendidikan, mulai dari kualitas tenaga pengajar hingga pembangunan infrastruktur sekolah yang memadai.

    Tak hanya pendidikan, pansus juga menaruh perhatian serius pada perlunya inovasi untuk meningkatkan PAD. Potensi besar di sektor perkebunan, pariwisata, dan industri kreatif harus dimanfaatkan secara maksimal.

    “Kalau PAD kuat, kita tidak tergantung terus pada pusat. Pembangunan bisa lebih mandiri dan merata,” tambah Syarifatul.

    Sementara itu, Didik Agung Eko Wahono, anggota pansus lainnya, menyampaikan kekhawatiran terhadap tren stagnan dalam proyeksi pendapatan daerah. Ia menyebut perlu strategi fiskal yang lebih progresif agar ketergantungan terhadap dana pusat bisa ditekan.

    “Kalau tidak ada langkah konkret, Kaltim bakal tetap bergantung pada dana pusat. Kita harus keluar dari pola lama,” tandasnya.

    Seluruh poin penting yang disampaikan akan dirangkum dalam dokumen akhir RPJMD, sebagai dasar pijakan pembangunan Provinsi Kalimantan Timur hingga lima tahun ke depan. (Eby/Adv)

    DPRD Kaltim Halonusantara.id
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Kunjungi Outlet Susu Kambing Etawa, Putri berharap Kadin Kaltim jadi pelopor usaha sektor Peternakan

    Maret 30, 2026

    Street Run Ramadhan 2026 Hidupkan Malam Anggana, KNPI Kecamatan Anggana Gerakkan Semangat Ratusan Pemuda

    Maret 9, 2026

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,906 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,495 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,134 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,021 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.