Halonusantara.id, Samarinda – Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Mahakam Ulu pada Pilkada 2025 menjadi titik balik penting bagi arah pembangunan di daerah perbatasan tersebut. DPRD Kalimantan Timur memandang momen ini sebagai peluang strategis untuk melakukan transformasi besar dalam sistem pemerintahan daerah.
Mahakam Ulu, yang merupakan kabupaten termuda dan terluar di Provinsi Kaltim dan berbatasan langsung dengan Malaysia, hingga kini masih dibayangi berbagai tantangan. Persoalan klasik seperti infrastruktur yang belum memadai, terbatasnya akses ke layanan dasar, hingga lemahnya koordinasi antarlevel pemerintahan, menjadi hambatan serius bagi kemajuan wilayah ini.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menyoroti pentingnya keterbukaan dan kerja sama yang solid antara Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dengan Pemerintah Provinsi untuk mempercepat pembangunan daerah.
“Pemkab Mahakam Ulu harus proaktif dan transparan agar bantuan dari Pemprov Kaltim, seperti pupuk untuk petani, dapat terserap secara optimal,” ujarnya.
Lebih dari sekadar proses demokrasi yang diulang, Ekti menilai PSU di Mahakam Ulu sebagai kesempatan emas untuk mengevaluasi secara menyeluruh sistem penyelenggaraan pemerintahan yang ada. Ia mendorong agar pemimpin terpilih bisa membawa perubahan nyata.
“Ini saatnya Mahulu bangkit. Pemimpin baru harus menjadi penghubung yang baik antara provinsi dan masyarakat agar program pembangunan berjalan lancar,” terang Ekti.
Kondisi geografis yang sulit dan masih rendahnya tingkat pembangunan sosial-ekonomi membuat Mahakam Ulu memerlukan pola pemerintahan yang lebih terbuka, partisipatif, serta responsif terhadap kebutuhan warga.
“Tanpa komunikasi dan keterbukaan, pembangunan akan sulit mencapai hasil yang maksimal. Mari kita gunakan momentum pasca-PSU ini untuk membangun Mahulu yang lebih baik,” tandas Ekti.
DPRD Kaltim pun berkomitmen untuk terus mengawal jalannya pembangunan di Mahakam Ulu, dengan catatan, sinergi dan komitmen dari pemerintah daerah harus berjalan seiring. Momentum ini diharapkan menjadi awal dari perubahan besar yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat Mahulu. (Eby/Adv)

