Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Persoalan infrastruktur jalan di wilayah pedalaman Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Kukar dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Taufik Ridianur, menilai konektivitas antarwilayah di kawasan hulu masih belum merata dan memadai.
Dapil VI yang meliputi tujuh kecamatan Muara Muntai, Muara Wis, Kota Bangun, Kota Bangun Darat, Kenohan, Kembang Janggut, dan Tabang disebut Taufik menghadapi tantangan geografis yang kompleks.
Namun, ia menekankan bahwa kondisi tersebut tidak seharusnya menjadi penghambat dalam pemenuhan hak dasar masyarakat akan akses jalan yang layak.
“Meskipun jalur utama seperti Tabang-Kota Bangun sudah terhubung, masih banyak ruas jalan di wilayah kami yang kondisinya rusak parah dan belum layak dilalui,” ungkap Taufik dalam keterangannya, baru-baru ini.
Sebagai anggota Komisi III DPRD Kukar, Taufik menegaskan pihaknya akan terus mendorong mitra kerja, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU), untuk mempercepat penanganan infrastruktur jalan, terutama di wilayah pedalaman yang selama ini kurang mendapat perhatian.
“Kami akan terus memperjuangkan anggaran dan meminta Dinas PU agar lebih sigap terhadap kondisi di lapangan, karena akses jalan itu sangat menentukan pergerakan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Taufik juga mengingatkan bahwa perhatian terhadap jalan bukan hanya sebatas pada pembangunan baru. Menurutnya, perawatan berkala terhadap infrastruktur yang sudah ada harus menjadi bagian penting dari strategi pembangunan daerah.
“Pemeliharaan jalan itu sama pentingnya dengan membangun. Jangan sampai infrastruktur yang sudah dibangun cepat rusak karena tidak dirawat,” pungkasnya. (Hf/Adv)

