Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) akan membahas besaran bonus bagi atlet yang meraih medali dalam lima ajang olahraga tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 bersama para ketua organisasi olahraga.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan, pemberian bonus tetap menjadi perhatian pemerintah daerah meskipun kondisi keuangan sedang terbatas.
Menurutnya, besaran bonus minimal akan mengacu pada pemberian periode sebelumnya. Pemkab Kukar juga membuka peluang penyesuaian apabila terdapat daerah lain yang memberikan bonus lebih tinggi.
“Yang pasti, kami menginginkan agar persoalan bonus tidak menjadi penghalang bagi atlet-atlet kita untuk berprestasi,” tegas Aulia saat pelepasan kontingen olahraga Kukar di Arbizz Space, Tenggarong, Jumat (30/10/2026) malam.
Ia berharap kepastian mengenai bonus tidak menjadi beban bagi atlet yang tengah mempersiapkan diri menghadapi pertandingan. Informasi mengenai kemungkinan pengurangan maupun keterlambatan pembayaran bonus akibat kondisi keuangan daerah juga menjadi perhatian pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Aulia bersama Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, melepas 2.503 anggota kontingen yang terdiri dari 1.826 atlet, 320 pelatih, 72 manajer, dan 285 ofisial.
Kontingen Kukar akan mengikuti lima ajang, yakni Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII, Porprov IV Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) V, Festival Olahraga Rekreasi Daerah (Forda) II, serta Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kaltim 2026.
Pemkab Kukar menargetkan gelar juara umum dalam seluruh ajang tersebut. Aulia optimis persiapan yang telah dilakukan dapat menjadi modal bagi atlet Kukar untuk bersaing dengan kontingen daerah lainnya.
“Kami berharap dengan persiapan yang telah dilakukan oleh teman-teman atlet Kukar, yang sudah kami lihat secara langsung, semuanya sudah sangat matang. Kami yakin dan percaya Kukar bisa menjadi juara umum di seluruh ajang yang telah saya sebutkan tadi,” tandasnya. (HB/ADV)

