Halonusantara.id, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Berau.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memperluas akses penerbangan langsung dari berbagai kota besar di Indonesia ke Berau.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyatakan bahwa masuknya maskapai AirAsia sebagai operator baru ke wilayah tersebut merupakan momentum penting bagi peningkatan arus kunjungan wisatawan.
“Dengan mulai beroperasinya AirAsia di Berau, masyarakat kini memiliki lebih banyak opsi penerbangan. Ini akan mendorong harga tiket menjadi lebih kompetitif dan menjangkau lebih banyak calon wisatawan,” ungkap Seno, Senin (21/7/25).
Ia menambahkan bahwa konektivitas udara merupakan kunci dalam membuka akses pariwisata, khususnya ke destinasi unggulan seperti Berau yang memiliki daya tarik wisata bahari yang kuat.
Untuk itu, pemerintah daerah mendorong adanya rute langsung ke Berau dari kota-kota besar seperti Bali, Surabaya, dan Makassar.
“Selama ini wisatawan dari daerah seperti Bali masih mengalami kesulitan menjangkau Berau karena harus transit. Kami harap penerbangan langsung bisa menjadi solusi dan menjadikan Berau sebagai destinasi utama di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Meski demikian, Seno tidak menampik masih adanya tantangan dalam pengelolaan dan koordinasi antarbandara. Perbedaan otoritas pengelolaan antara Bandara Kalimarau Berau dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan menjadi perhatian serius Pemprov Kaltim.
“Kami terus melakukan komunikasi intensif dengan Kementerian Perhubungan agar integrasi dan koordinasi antara pengelola dua bandara ini bisa berjalan lebih lancar, guna mempercepat konektivitas penerbangan di Kaltim,” jelasnya.
Di sisi lain, untuk memperkuat sektor ekonomi lokal, Pemprov Kaltim tahun ini telah mengucurkan dana sebesar Rp10 miliar sebagai dukungan terhadap pengembangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun ekonomi kerakyatan yang tangguh dan berkelanjutan.
“Melalui program ini, kami menargetkan pembentukan 10 ribu UMKM baru yang akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan langsung dari pemerintah daerah,” tegas Seno.
Ia menekankan bahwa inisiatif tersebut akan terus berlanjut secara bertahap selama lima tahun ke depan sebagai upaya menciptakan perekonomian daerah yang berbasis pada kekuatan usaha rakyat. (Na/Adv/DiskominfoKaltim)

