Halonusantara.id, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembangunan infrastruktur dan layanan sosial di seluruh wilayah, termasuk kawasan selatan provinsi yang selama ini membutuhkan perhatian khusus.
Salah satu langkah yang kini disiapkan adalah pelaksanaan survei lapangan guna memetakan kondisi terkini, terutama terkait akses jalan dan sarana pendukung lainnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Irhamsyah, menyampaikan bahwa pendekatan berbasis data lapangan menjadi kunci agar perencanaan pembangunan tidak sekadar administratif, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Langkah awal yang kami lakukan adalah turun langsung ke lapangan. Dari sana kami bisa melihat kondisi riil dan menyusun program yang lebih relevan, tidak hanya berdasarkan laporan di atas kertas,” ujarnya, Rabu (22/7/2025).
Wilayah selatan Kaltim menjadi salah satu fokus dalam agenda evaluasi infrastruktur tersebut. Akses jalan yang masih belum merata, serta keterbatasan layanan dasar, disebut sebagai tantangan yang perlu segera ditangani secara terstruktur.
Menurut Irhamsyah, survei ini juga menjadi bagian dari proses penyusunan prioritas pembangunan ke depan, agar program yang digulirkan dapat berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.
Di luar aspek infrastruktur, Pemprov Kaltim juga akan memanfaatkan momentum kunjungan ke wilayah selatan untuk memastikan distribusi bantuan sosial berjalan merata.
Beberapa program seperti Jospol dan GratisPol, yang sebelumnya telah diperkenalkan di sejumlah kabupaten, direncanakan akan segera disalurkan ke daerah-daerah yang belum menerima.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh program pemerintah menjangkau masyarakat secara menyeluruh, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat kota atau kawasan utama,” tuturnya.
Melalui pendekatan lapangan ini, pemerintah daerah berharap dapat mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya dalam hal peningkatan infrastruktur transportasi dan layanan sosial dasar. Harapannya, wilayah selatan tidak lagi tertinggal dan bisa berkembang sejajar dengan kawasan lain di Kaltim. (Na/Adv/DiskominfoKaltim)

