Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Penanganan Anjal dan Gepeng Butuh Pendekatan Sosial-Ekonomi dan Edukatif yang Terintegrasi
    Advertorial

    Penanganan Anjal dan Gepeng Butuh Pendekatan Sosial-Ekonomi dan Edukatif yang Terintegrasi

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraJuli 13, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak. (Na)

    Halonusantara.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menegaskan bahwa penyelesaian persoalan anak jalanan (anjal) dan gelandangan-pengemis (gepeng) tak bisa lagi bergantung pada pendekatan razia semata.

    Diperlukan upaya lebih luas dan menyeluruh yang menyasar akar persoalan sosial, ekonomi, dan edukasi yang melatarbelakangi keberadaan mereka di jalanan.

    Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak. Ia menyebutkan, anjal dan gepeng yang kerap dijumpai di pusat-pusat keramaian bukan sekadar masalah pelanggaran ketertiban umum, melainkan potret kompleks dari ketimpangan sosial yang belum tertangani.

    “Solusi jangka panjang tidak bisa hanya sebatas penertiban. Kita harus menyasar penyebab utamanya: ketidakstabilan ekonomi, kurangnya pendidikan, hingga lemahnya sistem perlindungan sosial bagi kelompok rentan,” ujar Andi, Minggu (13/7/25).

    Untuk itu, Dinsos Kaltim kini mulai mengarahkan upaya pada pendekatan terpadu. Selain menyiapkan fasilitas rehabilitasi, pemerintah juga mulai mengembangkan program pemberdayaan ekonomi berbasis keterampilan dan pelatihan kerja yang ditujukan langsung kepada mantan gepeng dan anjal.

    Langkah ini ditopang oleh sembilan layanan rehabilitasi yang mencakup kebutuhan dasar, dukungan psikososial, layanan medis, hingga pembinaan spiritual. Bahkan, salah satu panti eksisting yang sebelumnya dikhususkan bagi korban kekerasan perempuan kini difungsikan ulang sebagai pusat layanan untuk gepeng.

    Namun, menurut Andi, solusi ini tidak cukup bila tidak dibarengi dengan kesadaran kolektif masyarakat. Memberi uang langsung kepada gepeng di jalan, menurutnya, justru memperpanjang rantai ketergantungan.

    “Kita dorong masyarakat untuk membantu lewat saluran yang benar. Edukasi publik penting agar donasi diarahkan pada lembaga resmi yang bisa memastikan bantuan tepat sasaran,” jelasnya.

    Di sisi lain, Dinsos juga mulai menjalin koordinasi dengan sektor pendidikan, keagamaan, dan dunia usaha untuk menciptakan ekosistem kolaboratif dalam penanganan anjal dan gepeng. Termasuk mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat pendataan, pengawasan pascarehabilitasi, dan pelibatan tokoh masyarakat dalam edukasi lingkungan.

    “Kami tidak bisa jalan sendiri. Ini harus jadi gerakan bersama lintas sektor. Harus ada peran aktif dari sekolah, tokoh agama, pelaku usaha, hingga masyarakat sekitar,” tegas Andi.

    Dengan strategi yang tidak hanya responsif, tetapi juga transformatif, pemerintah berharap ke depan permasalahan anjal dan gepeng tidak hanya ditangani secara sementara, melainkan benar-benar diselesaikan dari hulunya. (Na/Adv/DiskominfoKaltim)

    DISKOMINFO KALTIM Halonusantara.id
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026

    Budianto Bulang Perkuat Nilai Kebangsaan Melalui Sosialisasi Perda Sampai ke Desa Terpencil

    Desember 17, 2025

    DPRD Kaltim Bentuk Pansus CSR, Dorong Perusahaan Beri Manfaat untuk Masyarakat

    Desember 17, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,901 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,492 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,133 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,018 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.