Halonusantara.id, Bontang — Program Studi (Prodi) Akuakultur Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Mulawarman (Unmul) kembali meneguhkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Tahun ini, program difokuskan pada edukasi pengelolaan lingkungan perairan untuk keberlanjutan budidaya ikan di Karamba Jaring Apung (KJA) Kota Bontang.
Kegiatan berlangsung pada Sabtu (9/7) di UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Tanjung Laut Indah, dihadiri oleh Wakil Dekan I FPIK Unmul, Dr. Agustina, S.Pi., M.Si. Ketua Jurusan Budidaya Perairan, Dr. Adi Susanto, S.Pi., M.Si. Koordinator Prodi Akuakultur, Dr. Andi Nikhlani, S.Pi., M.P. serta Kasubbag Tata Usaha UPTD BBI Tanjung Laut, Ahmad, yang mewakili Kepala Balai. Sejumlah Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) dari Kota Bontang turut hadir.
PKM melibatkan tim dosen Akuakultur, termasuk dosen CPNS baru: Nurhalisa, S.Pi., M.P. Deasy Angela, S.Pi., M.Si. Muhammad Ikhwan Ihtifazhuddin, S.S.T.Pi., M.P. dan Ramanda Ahmad Rizal, S.Pi., M.P. Kegiatan ini menjadi bagian dari kewajiban tenaga pendidik untuk membantu pembudidaya mengatasi permasalahan komoditas budidaya.
Koordinator Prodi Akuakultur, Dr. Andi Nikhlani, S.Pi., M.P., menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk menjawab permasalahan kematian ikan yang dialami pembudidaya KJA di Bontang. Edukasi pengendalian penyakit disampaikan oleh Dr. Agustina, sedangkan materi pengelolaan kualitas air disampaikan oleh Aang Setyawan Anjasmara, S.Pi., M.P.
“PKM ini merupakan kegiatan yang memang harus selalu dilakukan oleh dosen yang ada di lingkungan Perguruan Tinggi, setiap tahun selalu kita lakukan, termasuk di Kota Bontang untuk tahun ini. Idenya kenapa di Bontang, karena waktu itu ada info yang mengatakan bahwa organisme budidayanya itu banyak mengalami kematian,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kegiatan ini dimaksudkan untuk mencegah penyebaran penyakit yang lebih luas, sehingga angka kematian ikan dapat ditekan.
“Sebetulnya memang banyak hal yang harus diperhatikan karena semuanya itu berhubungan. Kalau misalnya lingkungannya bagus dan imunitas ikannya juga bagus, tidak akan timbul penyakit, jadi saling terhubung dari faktor luar dan dalam,” jelasnya.
Selain edukasi, tim juga memperkenalkan produk obat ikan herbal “Bioimun” yang dikembangkan oleh Prof. Dr. Hj. Esti Handayani Hardi, S.Pi., M.Si. sebagai solusi pengendalian penyakit ikan.
Kasubbag Tata Usaha UPTD BBI Tanjung Laut, Ahmad, menyambut baik program ini.
“Selamat datang kami ucapkan kepada bapak ibu sekalian, inilah keadaan kami. Kami bersyukur sudah dikunjungi, semoga ibu bapak bisa senang hadir ke sini,” ucapnya.
Ketua Jurusan Budidaya Perairan FPIK Unmul, Dr. Adi Susanto, S.Pi., M.Si. berharap kegiatan ini dimanfaatkan sebagai forum diskusi interaktif antara pembudidaya dan akademisi.
“Untuk para pembudidaya yang hadir pada kegiatan ini, mudah-mudahan nanti bisa sharing dengan dosen-dosen sekalian, apa-apa saja yang menjadi kendala atau pengalaman dari para pembudidaya dapat disampaikan sehingga permasalahan dapat diatasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, PKM ini diharapkan menjadi solusi konkret atas permasalahan pembudidaya KJA di Bontang.
“Harapannya dengan datangnya kami di sini dapat memberikan solusi atas kendala yang dialami oleh para pembudidaya khususnya para pembudidaya KJA di Kota Bontang ini,” pungkasnya. (EBY)

