Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Ragam»Ratusan Lahan Tercatat Terbakar, BPBD Samarinda Sampaikan Penyebabnya
    Ragam

    Ratusan Lahan Tercatat Terbakar, BPBD Samarinda Sampaikan Penyebabnya

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraSeptember 10, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Ilustrasi penanganan Karhutla

    Halonusantara.id SAMARINDA– Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso menyampaikan Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Samarinda tercatat 161 kejadian dari awal tahun hingga saat ini.

    Luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 315,44 hekater dengan wilayah yang terbanyak terdampak kebakaran yakni Kecamatan Palaran dan Kelurahan batuas dengan 22 kejadian.

    “Data yang berhasil direkap Pusdalops, dari Januari sampai 9 September ada 161 kejadian kebakaran lahan dengan luas mencapai 315,43 hektare. Di kelurahan Bantuas mencapai 22 kejadian,” sebutnya.

    Disusul sejumlah wilayah yang cukup sering mengalami kebakaran yakni Kelurahan Simpang Pasir, Pulau Atas, Makroman, dan Lempake. Beberapa wilayah tersebut tercatat mengalami sekitar 12 kejadian.

    Suwarso membeberkan tingginya kebakaran yang terjadi periode bulan Agustus hingga September 2026. Periode tersebut disebabkan puncak kemarau dan El Nino di Kaltim

    Lanjut Suwarso, kondisi ini cukup ekstream dibanding tahun tahun sebelumnya. Bahkan, informasi yang didapatkan dari BMKG mengatakan bahwa fenomena El Nino lebih tinggi dari yang terjadi pada 2015 silam.

    “Lonjakannya signifikan. Bahkan BMKG menyatakan El Nino saat ini sangat kuat, lebih tinggi dibanding puncak El Nino yang pernah terjadi pada 2015,” ucapnya.

    Dirinya menjelaskan, karhutla yang terjadi di Samarinda tidak hanya dipengaruhi faktor cuaca. Namun, kondisi lahan yang kering, suhu udara yang tinggi, termasuk keberadaan lahan gambut, turut meningkatkan risiko kebakaran.

    Selain itu, faktor manusia menjadi salah satu penyebab dominan. Kebakaran dapat bermula dari kelalaian, seperti membakar sampah, maupun aktivitas pembukaan lahan.

    “Lebih banyak dominan human error dari sisi kelalaian. Misalnya hanya ingin membakar sampah, tetapi akhirnya meluas. Ada juga yang membuka lahan untuk berkebun, kemudian apinya meluas,” ungkapnya.

    BPBD Samarinda terus melakukan mitigasi sejak April 2026 setelah mendapat informasi mengenai potensi puncak El Nino guna mengatasi bencana yang terjadi.

    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Kaltim Dipenuhi Asap Dan Debu, Kasus ISPA Alami Peningkatan

    September 9, 2026

    Hadapi Tantangan Lingkungan IKN, Universitas Mulawarman Dorong Kolaborasi Tata Kelola Sampah Berkelanjutan

    Februari 13, 2026

    HUT Bhayangkara ke-79, Polda Kaltim Tawarkan Layanan Publik di Tengah CFD

    Juni 23, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,909 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,501 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,135 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,025 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.