Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Anggota Komisi III DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Fachrudin, baru saja menuntaskan agenda reses di daerah pemilihannya. Tiga kelurahan yang dikunjungi adalah Kelurahan Sungai Seluang, Kelurahan Sanipah, dan Kelurahan Handil Baru. Dari sana, berbagai masukan dan usulan masyarakat berhasil dikumpulkan.
“Namanya reses, tentu banyak sekali aspirasi yang masuk. Ada yang meminta perbaikan jalan gang, bantuan untuk UMKM, dan berbagai kebutuhan lain,” ungkap Fachrudin, Jumat (29/8/2025).
Ia menjelaskan, hasil reses tidak berhenti pada tataran laporan. Semua masukan telah dirangkum dan dibawa ke rapat paripurna DPRD untuk ditetapkan sebagai pokok-pokok pikiran (pokir).
Dengan begitu, setiap aspirasi masyarakat punya jalur resmi untuk ditindaklanjuti.
Saat ini, sistem pengelolaan aspirasi juga sudah lebih tertata. Setiap hasil reses wajib dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).
“Sekarang semua harus melalui SIPD. Jadi dari reses, pokir, sampai usulan kegiatan, semuanya terekam di sistem,” jelasnya.
Fachrudin menambahkan, jumlah aspirasi yang masuk dari reses kali ini cukup banyak. Ia menyebut bukan hanya puluhan, melainkan sudah mencapai ratusan usulan.
Menurutnya, kondisi ini mencerminkan kebutuhan masyarakat yang memang beragam dan masih cukup besar.
Meski begitu, DPRD tetap berkomitmen menampung semua aspirasi agar dapat dipilah sesuai prioritas pembangunan.
“Semua kita tampung dulu. Nanti akan kita sesuaikan dengan porsi anggaran yang ada. Tentu tidak bisa semua langsung terakomodir sekaligus,” katanya.
Reses sendiri disebutnya sebagai momen penting untuk menjaga komunikasi antara wakil rakyat dengan masyarakat.
Aspirasi yang disampaikan secara langsung menjadi dasar DPRD dalam memperjuangkan program di tingkat kabupaten.
Legislator Dari PAN ini menegaskan, reses bukan sekadar formalitas. Ia menganggap kegiatan ini sebagai sarana untuk mendengar denyut nadi masyarakat, sekaligus memastikan kebutuhan dasar mereka bisa masuk dalam agenda pembangunan.
“Reses ini penting, karena di sinilah masyarakat bisa langsung menyampaikan apa yang mereka perlukan. Tugas kami menyalurkannya agar bisa ditindaklanjuti pemerintah,” tutupnya. (Hf/Adv)

