Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Farida, menyoroti kondisi fasilitas pendidikan di wilayah Samboja Barat yang dinilai masih minim perhatian dari pemerintah daerah, khususnya dari Dinas Pendidikan.
Menurut Farida, hingga saat ini baru sekitar 30 persen sekolah di Samboja Barat yang telah mendapatkan perbaikan melalui anggaran Dinas Pendidikan. Sementara sisanya masih belum tersentuh, termasuk sekolah-sekolah yang berada di kawasan wisata yang seharusnya menjadi prioritas.
“Sangat dibutuhkan (pembangunan sekolah), terutama untuk sekolah-sekolah di daerah wisata yang masih kurang sentuhan dari pemerintah. Untuk Samboja Barat sendiri, mungkin baru sekitar 30 persen sekolah yang sudah diperbaiki dengan anggaran dari Dinas Pendidikan. Sisanya belum tersentuh,” ungkap Farida dalam wawancara, Jumat (16/5/2025).
Salah satu contoh sekolah yang masih membutuhkan perhatian adalah SMP di Kelurahan Karya Merdeka. Farida menyebut atap sekolah tersebut memang sudah masuk dalam pengajuan aspirasinya, namun kondisi dinding bangunan masih belum layak.
“Dindingnya masih banyak yang belum diplester, padahal muridnya banyak,” tegasnya.
Dirinya juga menyoroti fenomena orang tua yang lebih memilih menyekolahkan anak-anak mereka ke Balikpapan, karena merasa fasilitas sekolah di sana lebih baik. Padahal, menurutnya, dari segi kualitas tenaga pengajar dan kurikulum, sekolah-sekolah di Kukar tidak kalah bersaing.
“Hanya saja kondisi bangunannya yang membuat orang berpikir dua kali. Apalagi sekarang banyak anak sekolah yang sudah bisa naik motor, jadi akses ke Balikpapan jadi lebih mudah,” tuturnya.
Selain sekolah negeri, Farida menegaskan bahwa sekolah swasta juga harus mendapatkan perhatian dari Dinas Pendidikan. Menurutnya, pemerataan pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan tidak boleh hanya terfokus pada sekolah negeri saja.
“Kita tetap perhatikan juga. Jangan hanya sekolah negeri saja, swasta juga perlu diperhatikan,” pungkasnya. (Hf/Adv)

