Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Sri Muryani: Ponpes Harus Bertanggung Jawab, Jangan Sembunyikan Kejahatan Atas Nama Nama Baik
    Advertorial

    Sri Muryani: Ponpes Harus Bertanggung Jawab, Jangan Sembunyikan Kejahatan Atas Nama Nama Baik

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraAgustus 27, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Anggota Komisi IV DPRD Kukar Sri Muryani saat RDP. (Hf)

    Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Kasus dugaan pencabulan santri di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Tenggarong Seberang kembali memantik amarah publik. Anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Sri Muryani, menegaskan agar pihak ponpes menunjukkan sikap bertanggung jawab, bukan justru berlindung di balik dalih menjaga nama baik lembaga.

    Menurutnya, kasus ini tidak boleh dianggap sepele. Ia mengingatkan bahwa peristiwa serupa sudah pernah terjadi pada 2021, namun saat itu diduga ditutup-tutupi.

    “Padahal, nama baik itu seharusnya dijaga dengan kebersihan dari kejahatan, bukan melindungi pelaku,” tegas Sri saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak ponpes, Selasa (26/8/2025).

    Sri menilai, jika benar ada hubungan kekeluargaan antara pimpinan ponpes dengan pelaku, maka wajar kasus sebelumnya seolah dipendam. Ia menyebut tindakan itu sebagai bentuk pengkhianatan terhadap amanah para orang tua yang menitipkan anak-anak mereka untuk menimba ilmu agama.

    Lebih lanjut, ia mendesak agar ponpes bertanggung jawab penuh terhadap pemulihan psikologis korban.

    “Saya minta dari pihak ponpes, langkah apa yang akan dijalankan? Bagaimana menghilangkan luka batin dan trauma anak-anak? Ini bukan perkara sebentar, penyembuhannya sangat lama,” tegasnya.

    Sri juga menolak alasan ponpes yang menyebut peristiwa ini sebagai bentuk kecolongan. Ia menilai kelalaian serius dan egoisme lembaga justru membuka ruang terulangnya tragedi.

    Ia menegaskan, jika ponpes tetap ingin bertahan, maka harus ada jaminan kuat bahwa kasus serupa tidak akan terjadi lagi.

    “Kalau ponpes tidak ditutup, apa jaminannya tidak ada korban berikutnya? Kita harus menegakkan keadilan seadil-adilnya. Kalau gagal, maka sejarah akan mencatat ini sebagai pembiaran,” pungkasnya. (Hf/Adv)

    Dprd Kutai Kartanegara Halonusantara.id
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026

    Budianto Bulang Perkuat Nilai Kebangsaan Melalui Sosialisasi Perda Sampai ke Desa Terpencil

    Desember 17, 2025

    DPRD Kaltim Bentuk Pansus CSR, Dorong Perusahaan Beri Manfaat untuk Masyarakat

    Desember 17, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,900 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,491 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,133 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,018 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.