Halonusantara.id, Samarinda – Usai menorehkan prestasi membanggakan sebagai juara umum II dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kurash, Kalimantan Timur kini menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat pembinaan atlet dan organisasi cabang olahraga bela diri asal Uzbekistan tersebut.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono yang juga menjabat sebagai Ketua Pengprov Ferkushi Kaltim, menegaskan bahwa pihaknya akan memperkuat pembinaan atlet kurash dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
“Kita ke depannya akan melakukan proses pembibitan, proses kejuaraan-kejuaraan daerah sekaligus juga melakukan pelatihan organisasi kepengurusan baik dari tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota,” ucap Sapto.
Menurutnya, pembenahan organisasi menjadi kunci penting dalam menunjang prestasi para atlet. Ia menilai masih banyak persoalan dalam struktur kepengurusan yang perlu dievaluasi secara serius.
“Saya juga menilai bahwa masih banyaknya belum sempurnanya daripada pengurusan yang ada,” ungkapnya.
Ferkushi Kaltim berencana memanggil dan mengevaluasi para pengurus organisasi di sejumlah daerah untuk memetakan kendala yang selama ini menghambat perkembangan kurash.
“Kita juga akan panggil pengurus dan kita lakukan evaluasi. Kalau sudah tahu kendalanya nanti kita coba lakukan perbaikannya,” ujarnya.
Terkait persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di NTT-NTB, Sapto menyebut pihaknya masih menunggu keputusan dari tuan rumah terkait apakah cabor kurash akan dipertandingkan.
“Daerah NTB atau NTT-nya. Semua itu tergantung tuan rumahnya. Ketum PB Ferkushi masih berjuang untuk bisa memasukkan itu dalam proses agenda PON,” bebernya.
Sebagai informasi, Kurash Kaltim telah melewati tiga periode kepengurusan dan baru kali ini dikukuhkan secara resmi. Sapto menilai hal ini sebagai momentum untuk membawa kurash Kaltim menuju pembinaan yang lebih profesional dan berkelanjutan.(Eby/Adv)

