Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Wakil Ketua DPRD Kaltim Soroti Lambatnya Angka Penuruan Stunting di Kaltim.
    Advertorial

    Wakil Ketua DPRD Kaltim Soroti Lambatnya Angka Penuruan Stunting di Kaltim.

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraNovember 27, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis. (Foto : Ist)

    Halonusantara.id, Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, mengungkapkan kekhawatirannya terkait lajunya penurunan angka stunting di Kaltim. Hingga saat ini Kaltim baru mencatat prevalensi sebesar 22,2 persen, sementara pemerintah pusat telah menetapkan target di angka 14 peren pada tahun 2024.

    Berdasarkan data terbaru, laju penurunan kasus stunting di Kaltim terbilang lambat. Sejak 2021, angka kasus stunting hanya berkurang dari 22,8 menjadi 22,2 persen pada 2024.

    Melihat situasi tersebut, Ananda mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk melakukan terobosan nyata demi mempercepat penurunan kasus stunting di daerah.

    “Kami di PDIP menginginkan angka stunting menurun hingga nol persen. Bagaimana mau menuju generasi emas 2045 kalau stunting masih tinggi?” tegasnya.

    Ia menekankan pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama dan kondisi kesehatan remaja putri harus menjadi perhatian khusus. agar siap menjalani kehamilan yang sehat. Menurutnya, kekurangan gizi pada tahap ini merupakan penyebab terbesar munculnya kasus stunting.

    Ia juga mendorong pentingnya memperkuat tenaga kesehatan dilapangan terutama di Posyandu dan Puskesmas agar lebih efektif dalam deteksi awal kasus serta edukasi kepada masyarakat.

    Ananda mengingatkan, stunting tidak hanya berdampak pada tinggi anak, tetapi juga perkembangan otaknya, sehingga penanganannya harus dilakukan secara tepat dan menyeluruh.

    Meskipun pemerintah menyatakan telah meningkatkan kinerja lebih dari 5.000 Posyandu, ia meragukan efektivitasnya. “Yang penting bukan jumlahnya, tapi sejauh mana memberikan manfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.

    Ananda menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh mulai dari Posyandu hingga rumah sakit, guna memastikan program penanganan stunting di Kaltim bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (Ngl/Adv/DPRDKaltim)

    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Budianto Bulang Perkuat Nilai Kebangsaan Melalui Sosialisasi Perda Sampai ke Desa Terpencil

    Desember 17, 2025

    DPRD Kaltim Bentuk Pansus CSR, Dorong Perusahaan Beri Manfaat untuk Masyarakat

    Desember 17, 2025

    Sarkowi: Konsistensi Aparat dan Kesadaran Masyarakat Kunci Penegakan Hukum

    Desember 17, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,902 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,492 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,133 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,018 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.