Halonusantara.id, Kutai Kartanegara — Persoalan infrastruktur dasar seperti listrik kembali menjadi perhatian dalam kegiatan reses DPRD Kukar. Hal ini terungkap saat Wakil Ketua III DPRD Kukar, Aini Faridah, menggelar pertemuan dengan warga Desa Bukit Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Rabu (6/8/2025).
Dalam sesi dialog yang terbuka, sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait jaringan listrik yang belum sepenuhnya stabil. Masalah tersebut dinilai mengganggu aktivitas harian warga, terutama di malam hari dan saat mengelola usaha rumahan.
“Listrik itu kebutuhan dasar. Warga menyampaikan bahwa jaringan belum stabil, dan ini tentu menghambat banyak hal,” kata Aini.
Ia menegaskan, DPRD Kukar akan menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak-pihak terkait, terutama dinas teknis dan PLN, agar ada evaluasi serta rencana perbaikan ke depan.
Menurutnya, pemerataan infrastruktur dasar seperti listrik sangat krusial bagi pembangunan desa. Tanpa dukungan energi yang andal, sektor pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi warga bisa terganggu.
Aini juga menyampaikan bahwa ketimpangan infrastruktur seperti ini masih banyak ditemukan di desa-desa Kukar. Karena itu, ia menilai perlu adanya strategi pembangunan yang lebih merata dan terfokus pada kebutuhan dasar masyarakat.
“Jangan sampai warga desa selalu jadi yang terakhir merasakan fasilitas. Pemerataan harus jadi komitmen bersama,” tegas politisi PAN itu.
Selain listrik, warga juga menyampaikan aspirasi lain seperti jalan desa dan jaringan komunikasi. Namun listrik menjadi topik yang paling mendesak karena menyangkut hampir seluruh aktivitas warga.
Aini berharap, suara masyarakat dalam reses ini bisa segera ditindaklanjuti oleh eksekutif. Ia pun berkomitmen mengawal proses tersebut agar keluhan warga tidak hanya berhenti sebagai catatan.
“Kami akan dorong agar ada solusi nyata. Infrastruktur dasar itu hak masyarakat, bukan kemewahan,” pungkasnya. (Hf/Adv)

