Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Pemkab Kukar Minta Desa Perkuat Intervensi Stunting dari Tingkat Masyarakat
    Advertorial

    Pemkab Kukar Minta Desa Perkuat Intervensi Stunting dari Tingkat Masyarakat

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraSeptember 19, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Kepala Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara Arianto saat wawancara di Kantor Bupati. (HALONUSANTARA/HB)

    Halonusantara.id, Kutai Kartanegara — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong pemerintah desa memperkuat peran dalam penanganan stunting dengan memastikan program tersebut masuk dalam perencanaan dan penganggaran desa.

    Langkah itu dinilai penting agar penanganan stunting tidak hanya dilakukan melalui program pemerintah kabupaten, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

    Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar Arianto mengatakan, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh jenjang pemerintahan, termasuk pemerintah desa.

    Menurutnya, desa memiliki sumber pembiayaan yang dapat diarahkan untuk mendukung program prioritas, baik melalui Dana Desa yang bersumber dari APBN maupun Alokasi Dana Desa (ADD) dari APBD.

    “ Kita selalu mengawal desa itu harus menganggarkan, ada anggaran yang digunakan untuk penanganan stunting,” ujar Arianto saat ditemui di Gedung Serbaguna Kantor Bupati Kukar, Jumat (18/9/2026).

    Arianto mengatakan, penganggaran di tingkat desa memberi ruang bagi pemerintah desa menentukan bentuk intervensi sesuai kondisi masyarakat masing-masing.

    Dengan demikian, program penanganan stunting tidak harus diterapkan dengan pola yang sama di setiap wilayah. Desa dapat melihat persoalan yang paling membutuhkan penanganan dan menyesuaikan program berdasarkan kebutuhan warga.

    Salah satu bentuk intervensi yang dapat dilakukan yakni pemberian makanan tambahan bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Selain itu, pemerintah desa dapat mengalokasikan anggaran untuk kegiatan sosialisasi mengenai pencegahan dan penanganan stunting.

    “Misalnya pemberian makanan tambahan, pemberian untuk sosialisasi bagaimana penanganan stunting,” jelasnya.

    Arianto menilai dukungan anggaran menjadi bagian penting dalam memastikan program penanganan stunting dapat berjalan secara berkelanjutan di tingkat masyarakat.

    Karena itu, DPMD Kukar terus mengawal proses perencanaan desa agar penanganan stunting tidak sebatas tercantum dalam dokumen anggaran, tetapi diterjemahkan menjadi kegiatan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

    Menurutnya, keterlibatan desa juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan stunting sejak dari lingkungan masyarakat. (HB/ADV)

    DISKOMINFO KUKAR Halonusantara.id kukar Kutai Kartanegara
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Antisipasi Kekosongan Jabatan, Pemkab Kukar Kebut Pemetaan Pegawai

    September 19, 2026

    APBD Terbatas, Dispar Kukar Cari Pola Baru Dukung Komunitas Kreatif

    September 19, 2026

    Bupati Kukar Gagas Sanksi Ekonomi untuk Tekan Karhutla

    September 18, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    Penguatan Peran Penghubung Komisi Yudisial Jadi Kunci Menjaga Integritas Hakim

    September 17, 20262,006 Views

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,909 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,501 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,135 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.