Halonusantara.id, Kutai Kartanegara — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah merealisasikan sekitar 60 persen program bantuan perikanan pada 2026. Penyaluran bantuan masih berlanjut sambil menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) perubahan.
Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya DKP Kukar, Sabar Handoyo, mengatakan bantuan tersebut mencakup kebutuhan produksi bagi nelayan dan pembudidaya, mulai dari benih ikan, benur, pakan, hingga probiotik.
“Untuk kegiatan sampai saat ini sudah sekitar 60 persen pelaksanaannya. Berikutnya kita sambil menunggu karena masih ada DPA perubahan yang belum keluar,” kata Sabar di Tenggarong, Senin (12/10/2026).
Pada 2026, DKP Kukar mengalokasikan bantuan sebanyak 196.149.700 ekor benih ikan nila, patin, dan lele. Selain itu, tersedia sekitar 186 juta ekor benur, 4.734 sak pakan ikan, serta 3.411 botol probiotik.
Sabar menjelaskan, penyaluran bantuan disesuaikan dengan potensi perikanan di masing-masing wilayah.
Kawasan pesisir seperti Muara Badak, Anggana, dan Samboja memiliki peluang pengembangan rumput laut dan budidaya udang.
Sementara itu, wilayah tengah hingga hulu Kukar lebih banyak mengembangkan perikanan air tawar.
Produksi ikan nila, misalnya, banyak ditopang oleh kawasan Loa Kulu dan wilayah hulu Kukar. Adapun budidaya ikan patin berkembang di sejumlah daerah, seperti Muara Muntai, Muara Wis, dan Kota Bangun.
Selain bantuan sarana produksi, DKP Kukar juga mendorong pembudidaya menjaga kualitas ikan melalui penggunaan pakan dengan kandungan nutrisi yang sesuai dan menghindari bahan kimia yang dilarang.
Menurut Sabar, pakan pabrikan umumnya telah diformulasikan dengan kandungan protein, lemak, dan kadar air yang mendukung pertumbuhan ikan. Penggunaan probiotik juga dapat menjadi pilihan untuk membantu pengelolaan pakan.
“Harapan kita, hasil produksi budidaya tidak mengandung bahan-bahan kimia yang tidak diperbolehkan. Pakan pabrikan yang digunakan rata-rata sudah diuji di laboratorium dan kandungannya telah disesuaikan,” ujarnya.
Ia menegaskan, meski terdapat penyesuaian anggaran, DKP Kukar tetap berupaya menjalankan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Bantuan yang disiapkan tidak hanya untuk pembudidaya ikan, tetapi juga nelayan, termasuk penyediaan perahu dan mesin ketinting.
“Program dinas kita masih tetap jalan. Ini arahan dari Pak Bupati, kita lebih memprioritaskan kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat. Kegiatan yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat kita kurangi atau bahkan kita hilangkan,” katanya.
Ia berharap tidak ada lagi pengurangan anggaran lanjutan hingga akhir tahun agar program bantuan yang telah direncanakan dapat terus berjalan dan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat perikanan. (HB/ADV)

