Halonusantara.id, SAMARINDA – Krisis air bersih akibat kekeringan masih membayangi sejumlah wilayah di Kota Samarinda. Pemerintah pun terus memperkuat penanganan dengan mendistribusikan air bersih ke kawasan yang mengalami kesulitan pasokan.
Hingga Selasa (15/9/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda mencatat 880.100 liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat. Distribusi dilakukan menggunakan 16 unit mobil tangki dan menjangkau 180 titik.
Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan penyaluran air bersih menjadi salah satu langkah pemerintah selama masa tanggap darurat kekeringan. Penanganan ini dilakukan bersamaan dengan upaya menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Total air yang sudah kami distribusikan mencapai 880.100 liter dengan pelayanan di 180 titik,” kata Suwarso.
Menurutnya, kebutuhan air paling tinggi berada di wilayah yang lebih dahulu terdampak intrusi air laut. Kecamatan Sambutan dan Palaran menjadi dua kawasan yang mendapat perhatian dalam distribusi air bersih.
Padatnya kebutuhan warga bahkan membuat proses penyaluran di sejumlah lokasi berlangsung hingga malam dan dini hari. Warga masih harus mengantre untuk mendapatkan pasokan air.
Untuk memperkuat distribusi, BPBD menyiapkan armada tambahan dengan memanfaatkan kendaraan milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Sebanyak 10 kendaraan akan dilengkapi dua tandon berkapasitas masing-masing 2.200 liter. Dengan konfigurasi tersebut, setiap kendaraan mampu membawa sekitar 4.400 liter air dalam satu kali perjalanan.
Suwarso menjelaskan, kebutuhan yang menjadi prioritas saat ini adalah air untuk konsumsi, terutama untuk minum dan memasak.
Sementara kebutuhan mandi, mencuci, dan kakus (MCK) dipenuhi secara bertahap karena distribusi juga harus mencakup berbagai fasilitas publik yang membutuhkan pasokan air.
“Untuk kebutuhan air bersih melalui titik layanan umum, bukan untuk kepentingan pribadi atau rumah tangga, akan kami penuhi secara bertahap,” jelas Suwarso.
Sejumlah fasilitas publik turut menjadi sasaran distribusi, mulai dari sekolah, masjid, puskesmas, rumah sakit hingga fasilitas umum lainnya.
BPBD memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan selama kekeringan masih berdampak terhadap ketersediaan air bersih di Samarinda.

