Halonusantara.id, Kutai Kartanegara — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara (Kukar) meminta penyediaan tandon air berkapasitas besar di daerah rawan kebakaran, terutama di kawasan Danau Aji, Tenggarong.
Fasilitas tersebut dibutuhkan sebagai langkah jangka pendek untuk menunjang penanganan kebakaran permukiman.
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, mengatakan ketersediaan sumber air di dekat lokasi rawan dapat membantu petugas menangani kebakaran lebih cepat.
Kebutuhan itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kukar yang membahas zona merah kebakaran di Kecamatan Tenggarong dan evaluasi kebakaran permukiman, Senin (12/10/2026).
Fida menegaskan, penyediaan tandon air perlu segera direalisasikan mengingat kebutuhan penanganan kebakaran tidak bisa menunggu terlalu lama.
“Kalau ditanya apa yang dibutuhkan Damkar, saya butuh cepat. Untuk jangka pendek, saya membutuhkan tandon berkapasitas besar. Kalau bisa, hari ini juga sudah ada,” ujarnya.
Ia menyebutkan, komunikasi dengan sejumlah pihak telah dilakukan untuk menindaklanjuti kebutuhan tersebut. Selain tandon, pemasangan hidran juga menjadi salah satu upaya yang disiapkan untuk memperkuat pasokan air di kawasan rawan kebakaran.
Menurut Fida, pihak PDAM telah menyatakan kesiapan membantu pemasangan hidran. Namun, pelaksanaannya masih terkendala sumber pembiayaan karena keterbatasan anggaran.
“Untuk hidran, pihak PDAM siap membantu. Tinggal dalam kondisi anggaran yang tidak ada ini, kita mencari sumber pembiayaan, mungkin melalui sumbangan CSR atau sumber lainnya,” katanya.
Fida mengatakan, upaya mitigasi kebakaran perlu dilakukan di seluruh kawasan rawan, meskipun Danau Aji menjadi salah satu lokasi yang perlu mendapat perhatian lebih dahulu.
Ia berharap dukungan DPRD Kukar dapat mempercepat koordinasi antarlembaga, termasuk dalam mendorong pemenuhan sarana pendukung dan mencari alternatif pembiayaan.
Menurutnya, ketersediaan tandon dan hidran menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk. (HB/ADV)

